
Istilah “broken home” merujuk pada situasi keluarga yang tidak harmonis atau berantakan. Keluarga yang mengalami broken home biasanya ditandai dengan adanya konflik dan pertengkaran yang terus-menerus, sehingga berujung pada keretakan hubungan antara anggota keluarga.
Broken home dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan psikologis anak, seperti masalah perilaku, kesulitan belajar, dan rendahnya harga diri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk berupaya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang bagi anak-anak mereka.


















