Rp50 Ribu Per 1 Tiket Final AFF Untuk Gempa Aceh

Rp50 Ribu Per 1 Tiket Final AFF Untuk Gempa Aceh

Bankit.co.id—Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menyumbangkan Rp50 ribu dari penjualan satu tiket Final AFF 2016 antara Timnas Indonesia melawan Thailand untuk korban gempa bumi Aceh. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

“Sebagian dari tiket bagi kami untuk administrasi, juga untuk yang lain. Sisanya kami serahkan Rp50 ribu per tiket atau sekitar Rp1,35 miliar kami sumbangkan untuk saudara kita di Aceh,” ucap Edy saat mengunjungi latihan Timnas Indonesia di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci (9/12/2016).

Sebanyak 27 ribu tiket disiapkan oleh PSSI untuk memenuhi Stadion Pakansari Cibinong, Bogor yang berkapasitas 30 ribu penonton. Jumlah tersebut sudah termasuk dengan 500 tiket kategori dua yang disiapkan untuk para pendukung Thailand dan 3.000 tiket yang diperuntukan penonton VIP, tamu undangan dan para sponsor.

“Tadi saya dapat telepon dari Aceh, mereka bilang sebagian rakyat Aceh tidak bisa nonton aksi Timnas karena aliran listrik mati dan tidak ada televisi. Meski kondisinya seperti itu, mereka tetap mendoakan PSSI bisa membuat yang terbaik untuk Indonesia,” kata Edy.

Secara khusus, Edy tengah menyoroti kasus calo penjual tiket palsu di babak Final AFF  2016. Ia menegaskan bahwa pelaku calo tiket palsu akan ditindak secara hukum dan tegas.

Edy yang juga menjabat sebagai Pangkostrad mengatakan, “Saya minta tolong kepada seluruhnya, bila sampai ada yang menjual tiket palsu, kami akan melakukan koordinasi dengan pihak berwajib.”

“Jika masih ditemukan kasus seperti ini, akan cepat kami tindak lanjuti. Justru hal semacam ini kami harap tidak ada lagi,” ucap Edy.

Hal senada juga diungkapkan oleh Joko Driyono, Wakil Ketua Umum PSSI. Ia mengatakan pihaknya terpaksa menindak tegas para calo pada laga Semifinal AFF 2016 saat Timnas Indonesia melawan Vietnam di Stadion Pakansari, 3 Desember 2016 lalu.

“Ini adalah mekanisme supply and demand yang menurut kami praktekanya harus diawasi bersama. Penindakan itu urusan keamanan,” tegas Joko.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *