Masuk Episode 63, Sinopsis Chandra Nandini Selasa 6 Maret 2018

Sinopsis Chandra Nandini Selasa 6 Maret 2018, Lanjutan cerita Serial Drama India yang satu ini telah sampai pada episode 63 yang akan segera tayang hari Selasa besok, Seperti Biasanya bangkit selalu rutin mempublish Sinopsis Chandra Nandini siaran hari ini, dijadwalkan setiap hari Film Chandra Nandini semakin seru untuk diikuti kisahnya.

Chandra mengatakan pada Prabha bahwa perhiasan2 itu milik Nandini dan sekarang akan menjadi miliknya (milik Prabha). Nandini bertanya kenapa. Chandra berkata karena dia sudah melakukan tilak pada Bindusara dan juga sudah mengambil alih tempat ibu Bindusara. Nandini menyahut kalau semua ini terlihat aneh. Chandra membawa Nandini ke balkon dan melihat petir yang saling menyambar2 sembari memegangi tangan Nandini.

Chandra berbicara pada Nandini bahwa ketika melihat petir orang2 mengira Dewa sedang marah padahal sebenarnya yang terjadi adalah dua awan tengah saling berbagi rasa dan Chandra berkata kalau seperti itulah ekspresi kebahagiaannya. Chandra kembali berkata kalau akan membantunya bersiap2 memakai perhiasan tersebut. Nandini menolak dan melepaskan tangannya seraya berkata akan memakainya sendiri lalu beranjak pergi membawa hadiahnya.

Nandini berjalan di koridor dan Apama menghentikannya lalu bertanya apa yang ada dalam nampannya. Apama membuka nampan yang dibawa Nandini dan terkejut melihat perhiasan Nandini. Apama berpikir bagaimana Prabha bisa memiliki perhiasan tersebut .

Nandini mencoba menjelaskan kalau dirinya tidak mencuri perhiasan tersebut karena Chandra yang memberikan sebagai hadiah sebab dirinya sudah melakukan tilak pada Bindusara. Apama menutup nampan kembali dan mengatakan kalau dirinya hanya ingin memeriksa. Apama lalu menyuruh Nandini bersiap2 memakai perhiasan tersebut untuk ritual haldi. Nandini pun beranjak pergi.

Helena menarik Ellis saat menari dan melihat mehendinya yang bertuliskan inisial nama Kartikay. Ellis terlihat ketakutan tapi Helena berkata kalau dirinya akan berbicara tentang hubungannya dengan Kartikay pada Chandra lalu Helena beranjak pergi.

Chandra muncul dan semuanya memberi salam. Chandra lalu menatap Nandini dan tersenyum bahagia melihatnya memakai perhiasan yang diberikannya. Helena menghampiri Chandra dan berbicara dengannya kalau Ellis mencintai Kartikay dan setelah Bindusara menikah mereka akan berbicara pada raja Champa.

Chandra bertanya apalah Ellis benar2 mencintai Kartikay atau itu hanya akal2annya saja untuk mendapatkan keuntungan. Helena berkata kalau Ellis memang benar2 mencintai Kartikay sampai menulis namanya dalam mehendinya. Chandra berkata kalau dirinya tidak pernah mempercayainya tapi jika Ellis memang benar2 mencintai Kartikay maka dirinya akan berbicara pada raja Champa.

Helena beralih topik dan bertanya pada Chandra mengapa dia kembali memakai pakaian kerajaannya. Chandra menjawab karena dirinya sedang jatuh cinta dan Chandra menyuruh Helena untuk tidak ikut campur lagi. Helena pun emosi mendengarnya dan beranjak pergi. Chandra kembali memandangi Nandini. Helena menghampiri seorang wanita dan wanita itu berbicara padanya. Helena lalu memanggil Justin dan menanyakan keberadaan Bindusara. Helena kemudian beranjak pergi karena Justin tidak serius menjawabnya.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 63, Saat berjalan di koridor Apama menariknya menepi dan berbicara padanya kalau ada kabar buruk tapi Helena berkata kalau dirinya sedang sibuk. Apama pun mengatakan kalau Nandini masih hidup. Helena pun terkejut. Apama lalu mengatakan kalau Nandini berada di dalam istana dan Apama menunjuk pada Prabha. Helena pun berkata kalau yang ditunjuknya adalah Prabha ibu Dharma.

Apama mengatakan kalau dirinya sudah melihat wajah Prabha dan dia adalah Nandini. Tapi Helena bersikeras mengatakan kalau Bindusara sudah melihat wajahnya dan wajah Prabha terbakar separuh. Apama menjawab kalau semua ini hanya permainan dan Chandra Nandini sudah kembali dalam permainan tersebut lalu Apama berkata kalau dia (Helena) sudah di tipu lagi oleh Chandra padahal dia sudah memberikan 2 anak padanya tapi Helena berkata dirinya mempunyai 2 anak karena Moora yang sudah memaksa Chandra.

Apama menambahkan mereka harus memperalat Bindusara untuk membalasnya. Helena menemui Bindusara dan mengatakan semuanya mengenai Nandini. Bindusara terkejut dan mengatakan kalau itu tidak boleh terjadi dan Nandini tidak boleh dibiarkan hidup karena dia sudah menghancurkan mereka semua.

Helena pun mulai meracuni kembali otak Bindusara dan menyuruhnya kembali ke acara serta melarangnya melakukan apapun disana karena takut Chandra akan bereaksi jika itu menyangkut tentang Nandini. Helena pura2 berkata kalau dirinya tidak ingin dia dan ayahnya bertengkar. Bindusara emosi dan beranjak pergi. Helena pun berkata kalau hari ini semua orang akan melihat wajah sebenarnya Bindusara.

Bindusara muncul untuk ritual Haldi dan Chandra menatapnya lalu menghampirinya dan mengatakan kalau dirinya bangga padanya lantas memeluknya. Ibu Charumitra yang mengoleskan haldi pertama pada Bindusara sementara itu Kartikay menarik Dharma ke tepi dan berbicara padanya dengan mesra kalau dirinya akan berbicara pada ayahnya mengenai hubungan mereka. Dharma melarang karena ini bukan hari yang tepat tapi Kartikay berkata sudah tidak sabar menunggu dan bersikeras akan berbicara pada sang ayah.

Chandra memanggil Ellis dan berkata bahwa sebelum berbicara pada raja Champa dirinya ingin bertanya apakah dia memang menyukai Kartikay. Ellis pun mengangguk. Kartikay sendiri berbicara pada kedua orangtuanya kalau dirinya sudah menemukan cintanya. Sang ibu menyahuti dan Kartikay tersenyum pada Dharma yang berdiri di belakang Ellis. Sang orang tua menduga Kartikay tengah tersenyum pada Ellis. Kartikay hendak menyebut nama Dharma tapi sang ayah berkata kalau dirinya bahagia dengan pilihannya lalu Kartikay pun beranjak pergi.

Chandra menghampiri raja Champa dan berbicara padanya mendiskusikan pernikahan Kartikay dan Ellis. Sementara itu Dharma mengoles haldi pada Bindusara sembari mengatakan kalau dirinya berharap dia akan belajar cara menghargai wanita setelah menikah nanti. Lalu Dharma kembali ke tempatnya dan Kartikay menghampirinya mengatakan kalau ayahnya menyetujui hubungan mereka lalu Kartikay beranjak pergi.

Nandini menghampiri Bindusara dan mengoles haldi. Bindusara menatapnya dengan tajam dan kemudian Bindusara melihat bayangan wajah Nandini di baki air di meja sebelahnya. Bindusara teringat ucapan Helena tadi dan emosi. Nandini hendak beranjak pergi tapi Bindusara memanggilnya dan menghampirinya kemudian mengatakan kalau dirinya ingin berterimakasih dengan memberikan tilak padanya karena dia sudah melakukan tilak dan haldi padanya. Nandini menjawab kalau itu tidak diperlukan.

Bindusara lalu bertanya pada pendeta apakah dirinya tidak boleh memberikan tilak pada Prabha. Pendeta mengatakan kalau dia bisa melakukannya. Bindusara mengambil kumkum dan memohon pada Prabha untuk melakukan tilak . Chandra menyela kalau hal itu tidak perlu dilakukan tapi Bindusara mengatakan kalau dirinya ingin melakukannya meski wajah Prabha terbakar separuh dan Bindusara kembali berbicara pada Nandini agar membuka penutup wajahnya.

Nandini pun panik. Bindusara lalu membuka penutup wajahnya. Nandini dengan sigap menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Semua orang terkejut melihat sikap Bindusara. Bindusara pun berkata, “tidakkah kau ingin menunjukkan wajahmu ibu Nandini ??” . Nandini membuka kedua tangannya dan menatap Bindusara. Semua yang hadir pun terkejut melihat Nandini.

Nandini mengatakan pada Bindusara kalau dirinya bukan ibunya. Bindusara membanting mangkuk kumkumnya dan membentak Nandini kalau dia selalu berbohong. Dadima pun menghardik Bindusara karena membentak Nandini tapi Bindusara menjawabnya. Dadima bertanya pada Nandini mengapa dia tidak memberitahukan ini di awal dia masuk ke dalam istana. Moora juga menanyakan hal yang sama dengan sinis pada Nandini. Nandini meminta maaf dan berusaha menjelaskan kalau dirinya bukan Nandini.

Moora pun menghardiknya karena selalu berbohong. Bindusara menimpali bahwa pertanyaan sebenarnya adalah mengapa ayahnya menyuruh Nandini melakukan tilak dan haldi padanya. Chandra berdiri dan menjawab karena dirinya tau jika Prabha adalah Nandini. Bindusara bertanya. Chandra menjelaskan kalau Nandini kehilangan memori ingatannya. Semuanya kembali terkejut. Nandini meminta Chandra mengatakan yang sebenarnya tapi Chandra berkata bahwa dialah yang harus mengatakannya. Nandini pun menceritakan apa yang di katakan Baba padanya.

Bindusara terus memojokkannya. Nandini membalas ucapannya dan bersikeras kalau dirinya adalah Prabha. Helena berpikir omong kosong apa yang tengah terjadi. Moora menegur Nandini dan bertanya mengapa kebenaran tentang suaminya sendiri disembunyikan darinya. Chandra berkata agar semuanya melanjutkan acara dulu dan akan menginterogasi Nandini nanti. Bindusara menendang semuanya dan berjalan pergi.

Chandra memanggilnya tapi Bindusara mengabaikan. Chandra pun membentaknya dan berkata bahwa sebagai raja dirinya menyuruhnya untuk berhenti. Bindusara membalikkan badan dan mengatakan kalau dirinya masih belum lupa kejadian beberapa tahun yang lalu saat dia menghentikannya dan juga menamparnya tapi kini kejadian itu tidak akan pernah terjadi lagi lalu Bindusara beranjak pergi.

Chandra hendak mengejar tapi Nandini memegangi tangan Chandra dan kemudian meminta maaf. Chandra menatap Nandini kemudian beranjak pergi. Chanakya tiba di Champa dalam penyamarannya. Lalu dia bertanya pada warga rumah seorang pendeta (Baba maksudnya). Seseorang menjawab kalau Baba sudah dua hari tidak terlihat sama sekali.

Chanakya berkata kalau dirinya dari Magadha dan mendapat perintah penting dari Raja Chandra. Orang2 itu berkata tidak tahu jelas mengenai Baba tapi Baba sudah tinggal di Champa selama 10 tahun. Chanakya berpikir kalau rentang waktu Baba tinggal di Champa sama dengan waktu saat Nandini mengalami kecelakaan jatuh dari tebing. Chanakya pun berpesan agar memberitahunya jika melihat Baba. Chanakya lantas berpikir ada yang mencurigakan dan bertekad mencari tau tapi dirinya harus memberi tau Chandra terlebih dulu.

Bindusara ke kamarnya dan teringat tamparan ayahnya sewaktu dirinya kecil dulu. Bindusara memegangi pipinya dengan amarah yang membara teringat bahwa Nandinilah yang tadi mengoleskan haldi. Lalu Bindusara mengatakan kalau dirinya tidak ingin disentuh oleh Nandini dan Bindusara menyiram wajahnya dengan air di kolam.
Charumitra dan Ellis mengintainya. Begitu juga dengan Tilottama dan yang lain. Tilottama lalu berbicara pada Charumitra sambil berbisik kalau Bindusara sangat marah dan dia harus menenangkannya. Charumitra menolak teringat bentakan Bindusara padanya waktu itu. Dan Ellis pun mendorongnya agar mendekat pada Bindusara untuk menenangkannya.

Sinopsis Chandra Nandini Selasa 6 Maret 2018 Charumitra mendekat dan berteriak saat Bindusara mengacungkan pedangnya. Bindusara mengatakan kalau pedang ini bukan untuknya tapi untuk Dharma yang sudah membuat Nandini masuk ke dalam istana. Bindusara mengusir Charumitra pergi tapi Bindusara juga berpesan agar dia memanggil Dharma untuk menemuinya. Charumitra beranjak pergi dengan ketakutan.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *