Kutipan Puisi Sahabat Terkini, Kawan Sejati Tak Pernah Tersakiti

Kutipan Puisi Sahabat Terkini, Kawan Sejati Tak Pernah Tersakiti

Bangkit.co.idPuisi Sahabat Terkini, Kawan Sejati Tak Pernah Tersakiti, Sesuai dengan title kita akan berikan sederet Kata kata persahabatan dalam bentuk Puisi pendek yang dapan anda baca dan hayati apakah ada makna di dalamnya. Bentuk Puisi Untuk sahabat diracik hanya dalam beberapa bait saja tiap judulnya ini bertujuan agar tidak bosan membaca.

Tentunya kita sebagai manusia yang hidup bersosial pasti mempunyai seorang yang paling kita percaya, yang selalu setia menemani dan memberikan support positif demi kemudahan, kesuksesan Sahabat sejawat. Namun terkadang kita sering lupa pada orang yang telah bersedia berbagi dan begitu berguna dalam kehidupan kita.

Untuk Itulah Puisi Persahabatan ini dibagikan, mungkin karena memang sudah waktunya kita saling mengoreksi dan melihat betapa besar jasa seorang sahabat untuk keseharian kita. Tak Mudah loch menghargai seseorang, jika tidak keluar dari lubuk hati yang ada paling merendahkan meski pun tak terucap. betul tidak?

Puisi Untuk Sahabat mudah-mudahan bisa berguna, dan sesuai dengan apa yang kita alami bersama. Jika sebelumnya kita telah membagikan Kata kata sahabat maka biar berbeda kali ini Puisi Persahabatan turut melengkapi. Wokelah rasanya tak perlu basa-basi terlalu panjang langsung saja kita simak dan hayati Pusi Sahabat berikut ini

 

Kita Selalu Bersama

Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama
Kemanapun bagai tali yang telah diikat kuat, yang tak dapat dilepas
Kau hibur aku disaat gundah dan kuhibur kau disaat kau membutuhkan
Kita saling melengkapi satu sama lain

Tapi berbeda
Berbeda pada saat itu
Pada saat waktu tak berpihak kepada kita
Kau dan aku terpisah

Dan akhirnya,
Akhirnya kau meninggalkan aku dengan sosok bayangmu
Bayangmu yang tak tahu dimana tubuhnya
Yang sekarang sudah tak mempunyai hati dan perasaan
Seperti bukan lagi sahabatku

Aku Membutuhkan Sahabat
Oleh Leni Suci Rahayu

Ketika hidupku ini hampa…
Ketika hari-hari ku sendiri…
Aku sunyi…

Aku membutuhkan sahabat..
Bahkan tidak hanya seorang sahabat..
tapi banyak sahabat..

Aku seperti sendiri .. sendiri di dalam masalah hidupku
Bahkan seorang kekasih pun tidak kunjung datang menghiburku
Aku sendiri ..hanya berteman sepi
Yang terkadang meneteskan air mata..

Depan televisi… di dalam kamar..
hanya dua tempat itu yang menjadi saksi bisu kegelisahanku
Tuhan…kirimkanlah sahabat untukku..
Aku tidak mau sendiri di dunia ini

Tuhan….tuntunlah aku juga untuk tetap mengingatmu
Engkau sahabat terindah,,,
Aku yakin Engkau akan memberiku sahabat terindah juga di dalam hidupku ini

Puisi Pershabatan – Tentang Ego

Selalu ada waktu untuk kita
Selalu ada cara untuk kita
Selalu ada harapan untuk kita

Namun…
Adakah waktu untuk teman kita?
Adakah cara agar bisa kembali bersama mereka?
Adakah keinginan kita sejalan dengan pemikiran mereka?

Pasti ada segala saat kita bersama
Pasti ada cerita di dalam canda tawa
Pasti ada sejarah dalam suka dan duka

Tak perlu mengabaikan yang ada di hadapan kita
Tak usah meremehkan yang tak kita punya
Tak perlu iri tentang yang mereka raih

Kita hanya perlu mencipta hal berbeda dari mereka
Kita hanya perlu mengubah dunia dengan persahabatan kita
Untukmu aku ada dan selalu disini
Meski waktu tak lagi bersama dan memihak kita
Meski cerita telah berbeda arah dan tujuan
Tapi kita tetap satu selamanya
Karena kita sahabat selamanya….

oleh Uswatun Hasanah, Surakarta

Penyesalan
Oleh Veronica Andrian

Air mataku menetes
Menahan air mata ini
Entah mengapa tiba tiba
Terbayang di pikiranku seorang sahabat
Yang selalu ada bersamaku
Tapi tak pernah aku sadari

Betapa bodohnya aku
Mempunyai sahabat terbaik
Tapi memilih sahabat palsu
Yang tak pernah ada untukku
Semua salahku…
Hanya mengejar ketenaran semata…

Akhirnya Baru kusadari…
Terkenal bukanlah apa-apa
Hanya debu yang lewat tanpa perlu dihiraukan
Terkenal bisa hilang dan datang kapan saja
Tapi sahabat sejati akan hilang dan takkan kembali

Sahabatku…
Setelah kau pergi
Seperti meninggalkan dunia ini
Aku baru sadar dan kurasa semua sudah terlambat
Tak akan ada waktu yang bisa diulang

Buru-Buru Memburu
Oleh Claudia Willy

Mengenang masa indah ini
Bersama berjalan-jalan mengobrol
Hanya mengingatnya saja
Takkan ada raguku menarik ujung-ujung bibirku
Dalam sendiri

Aku menawarkan dirimu
persaudaraan sejati
dengan demikian kita takkan terpisahkan
Namun ini adalah perpisahan bagiku

Relung-relung senja masuk dalam tubuh sendirian ini
Kau tidak di dekatku
tidak menyapa ataupun berbincang-bincang denganku
Aku tidak bersamamu saat ini
Kamu telah dimiliki

Aku dan kamu sepasang sahabat
Tapi kamu dan dia sepasang kekasih
Dan tak mungkin kurusak pengalaman pertamamu itu
Aku buru-buru mencari
arti kecemburuan ini
Buru-buru memburu kesepian ini karena kamu pergi
Aku seperti tidak ada artinya
Bagaikan kamu
takkan menceritakan pengalaman cinta pertamamu

COMMENTS

WORDPRESS: 0