Episode 92, Sinopsis Jodha Akbar 18 Desember 2020

Sinopsis Jodha Akbar Episode 92, bangkit.co.id – Lanjutan Sinopsis Jodha Akbar Episode 92 jadwal tayang 18 Desember 2020 tayang di ANTV hari ini, yuk lanjutkan membaca kisah seru dari serial hindustan paling dinantikan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Lagi-lagi ANTV memberikan tayangan menarik yang begitu disukai banyak orang, Film Jodha Akbar paling ditunggu setiap harinya.

Kelanjutan kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 92, Cerita seru sinema India Jodha Akbar untuk penayangan tanggal 18 Desember 2020 mendatang :

Bharmal memgucapkan terima kasih pada Jalal, kerana dirinya semua selamat. Bharmal juga mengatakan kalau gara-gara insiden ini nama baik Amer telah di pertaruhkan. Jalal merang raja Bharmal utk memikirkan hal yg tdak terjadi. Atgah mengatakan kalau seseorang telah memberi makan pada gajah (hawai) sesuatu yg membuatnya mengamuk. Jalal berkata, “pelaku pasti sudah menduga kalau aku akan mencoba mengendalikan Hawai, & dapat terluka atau terbunuh dalam upaya itu. Tapi dia tdak tahu kemampuan ku.”

Bharmal penasaran siapa yg tega melakukan itu. Atgah meminta Jalal utk lebih berhati-hati. Jalal berkata, “maksudmu akau haru shidup dalam ketakutan? Atgah aku ini raja, jika aku khawatir terhadap hal-hal sepele, bagaimana aku akan mengatur kerajaanku yg besar? Jika aku duduk saja karena takut mati, itu berarti musuh telah berhasil. Itulah keinginan musuh, menyerang saat kita ketakutan.

Atgah masih berniat protes, tapi jalal menghentikannya. Jalal berkata kalau dirinya tdak akan meninggalkan Amer sampai pernikahan Sukanya berlangsung. Bharmal memuji Jalal dgn mengatakan kalau dirinya lebih tua dari Jalal, tapi dia banyak belajar dari Jalal. Bharmal memyuruh Jalal melakukan apa yg dianggapnya bendar, & dirinya akan melakukan tugasnya sebagai panglima, yaitu menjaga keselamatan Jalal & mengambil langkah-langkah preventif utk memastikan keselamatannya. & Bharmal akan berusaha mencari tahu siapa dalang di balik semua ini. Jalal berkata kalau dia menghargai upaya Bharmal, ini adalah kerajaannya & dia lebih tahu seluk beluknya. Tapi sekarang lebih mengkhawatirkan gajahnya dari pada dirinya sendiri, karena dirinya, gajahnya sekarang sakit.

Maham menemui Hamida berkata kalau mereka harus memasang mata & waspada karena Jalal telah di serang di Amer, mereka harus mengambil tindakan, jangan berdiam diri saja seperti pengecut. Hamida menjawab, “erkadang berdiam diri itu lebih baik, Maham. Semua orang tahu, mughal bukanlah pengecut. Tapi sekarang situasinya berbeda. Sukanya segera menikah.” Maham berkata, “yang mulia, anda mengkhawatirkan pernikahan Sukanya. Apakah anda mengkhawatirkan anak mu Jalal?” Hamida dgn bijak berkata, “aku tahu kau yg mengasuh Jalal, tapi aku yg melhirkannya. Darah yg sama mengalir di tubuh kami. Aku juga khawatir seperti dirmu. Tapi kadang-kadang berpikir lebih baik daripada bertindak. Musuh bisa saja berasal dari Agra. Apa kau lupa Jalal sudah di serang saat sebelum datang ke Amer. Seseroang telah menghalangi kedatangan Tabib besar dari gwalior. Dalam perjalanan ke amer juga di serang. Semua orang tahu jalal sangat menyayangi Hawai. Pelakunya adalah satu diantara kita sendiri. & Jalal lebih tahu tentang hal itu. Karena itu jalal diam, & aku mendukung dia sepenuhnya.” Maham meminta maaf, dia melakukan itu hanya karena dirinya sangat menyayangi Jalal. Hamida berkata, “Maham, kata-kata seperti anak panah, seseorang harus berlatih mengendalikannya sebelum melesatkannya. Jika tidak, kita akan melukai orang lain. Kau perdana menteri kerajaan, kau harusnya lebih peka & tdak mudah emosi.” Maham setuju. Dia memberi salam & pergi dari hadapan hamida.

Sinopsis Jodha Akbar Episode 92

Bharmal sepertinya sangat tegang, dia memarahi menterinya, “aku tdak perduli bagaiman caranya, aku ingin tahu pelakunya. Kit aharus bawa pelakunya ke hadapan raja.”

Di kamarnya, Sharif menegur adham, “aku tdak tahu bagaimana mengatakannya agar kau paham, kenap akau tak memikirkan akibatnya?” Adham berkata kalau dia tdak butuh nasihat Sharif, sharif bukan durunya & dia bukan muridnya. Sharif berkata kalau rencana adham selalu gagal, bahkan membuat rencana-rencana lain berantakan karena kini penjagaan semakin di perketat. Adham berkata dia akan terus berusaha, & pasti suatu hari nanti dia akan berhasil membunuh Jalal. Dia hanya salah karena menggunakan Hawai, karena Hawai ternyata sangat menyayangi Jalal.

Sharif berkata sudah tahu itu, kenapa masih menganggu hawai? Adham & Sharif terlibat pertengkaran. Sharif mengatakan kalau adham tdak tahu caranya berkonspirasi. Adham mengatakan kalau dirinya laebih baik dari pada shraif, karena setidaknya dia sudah mencoba, tapi sharif tdak melakukan apa-apa hanya menunggu buah jatuh dari pohon. Tapi adham lebih senang memetiknya. Sharif bertanya, buah apa yg sudah di petik Adham? Sharif memint aadham agar sabar & menunggu kesempatan yg baik, mereka pasti tdak akan gagal.

Menawati berkata kalau dia sangat khawatir Jalal mungkin marah. Bagaimana gajah bis amengamuk? Menawati sama sekali tdak mengerti. Seseorang pasti telah mengganggunya. Tapi kenapa di hari pernikahan Sukanya? Menawati menyuruh Jodha menemui Jalal & bicara dengannya, mungkin saja Jalal butuh sarannya. Jodha setuju.

Dokter hewan menemui Jalal & mengatakan kalau dia sudah membuat obat gaha. Setelah dia meminumnya, dia akan segera baik-baik saja. Jalal meminta doktermenyerahkan obat itu padanya. Dia sendiri yg akan meminumkannya pada hawai. Hawai sakit karena dirinya, kalau dia merawat & membelainya dia akan baik-baik saja. Dokter pergi mengambil obat.

Atgah datang memberitahu Jalal kalu dia sudah mengupayakan segalanya, tapi tdak menemukan petunjuk siapa pelakunya. Jalal maklum, siapa saja bisa jadi musuhnya & bersekongkol utk membunuhnya, bakhan Atgah sekalipun. Atgah sedikit kaget, Jalal meralat kata-katanya & mengatakan agar atgah tdak khawatir karena dia tdak mencurigainya. Pelakunya bisa saja Rajvanshi atau mughal, bahkan saat ini Jalal tdak lagi mempercayai bayangannya sendiri.

Sinopsis Jodha Akbar 18 Desember 2020

Jodha datang menemii Jalal. Melihat itu atgah segera pergi. Jalal bertanya kenapa Jodha kesini? Jodha berkata, “aku datang utk memintamu pergi dari sini.” Jalal kaget & bertanya, “kenapa?” Jodha heran mendengarnya, “anda tdak tahu kenapa? Apakah anda tdak sadar kalau hidupmu dalam bahaya? Pertama anda di serang saat di perahu, sekarang menggunakan Hawai utk menyerangmu. Itu 2 serangan yg serius, tolong pergilah dari sini.”

Jalal menatap Jodha dgn pandangan menyelidik, “kau mulai mengkhawatirkan aku, ratu Jodha?” Johda menjawab dgn cepat, “tidak! Aku mengkhawatirkan pernikahan Sukanya, aku mengkhawatirkan Amer, bila terjadi sesuatu padamu di Amer, perkawinan Sukanya akan berakhir, suasana pesta akan berganti suasana berkabung. & oarang -orang akan menunjuk keluargaku, lalu Amer dalam bahaya. Itulah mengapa aku memintamu, tolong tinggalkan Amer.”

Jalal dgn rasa kecewa & terluka, dia berkata, “terima kasih tuhan, ratu Jodha. Sesaat aku pikir kau peduli padaku. Terima kasih telah menjelaskan & membuat aku sadar bahwa aku salah. Kau tahu? Aku punya banyak musuh, tetapi hanya sedikit yg datang kedepanku & menunjukan kebencian mereka secara terbuka, salah satuny adalah dirimu. Terima kasih karena sudah mengatakan kau tdak peduli padaku. ” Jalal melepas jubahnya & menyuruh Jodha memakainya. Jodha menatap heran, “apa?” Jalal mamakaikan jubah itu ketubuh Jodha. Di ajuga menyerhakan pedangnya & menyuruh Jodha memegangnya.

Jalal melepas turban & memasangkan di kepala Jodha. Jalal meminta Jodha berpikir kalau dirinya seorang raja. Apa yg akan terjadi kalau dia tiba-tiba pergi melatikan diri dari Amer hanya karena takut mati? Bagimana seorang penakut melindungi rakyatnya? Tapi kalau diriny atetap tinggal, rajvanshi atau mughal yg menjadi musuhnya dapat melkukan apa saja utk mencelakainya. Jalal berkata, “katakan, apa yg harus kulakukan?” Jodha tertegun. Jalal berkata, “tidak ada yg mengerti posisiku, ada banyak ular di balik lengan jubahku.”

Episode Sebelumnya :

Jodha berkata, dia merasa kasihan pada Jalal, “hidupmu memang sulit, aku tdak bisa membayangkan hidup seperti itu. Anda tdak puny aseoranpun utk dipercayai. kaubahkan mencurigai bayanganmu sendiri. Aku tdak bisa hidup seperti itu walaupun hanya 5 menit” Jodha mengembalikan pedang Jalal & berkata, “inilah hidupmu & itu keputusanmu.” Jodha mengembalikan turban & melepas jubah yg di pakainya & memberikannya pada Jalal, lalu berkata, “inilah yg kurasakan, aku kasihan padamu.” Jodha akan melangkah pergi, tapi Jalal menahanya & berkata, “tunggu, ratu Jodha. Di masa depan, jangan buat kesalahan dgn mengasihani aku, kuanggap itu sebagai penghinaan. Kau bahkan tdak tahu kenapa aku punya musuh, kau tahu kenapa mereka membenciku, kau tahu kenapa mereka ingin aku mati? Mereka melkukan semua itu karena aku raja. & raja itu akan memimpin, seperti singa. Sing & raja berjalan sendirian. Aku tak bisa memilih nasibku, aku di takdirkan utk memimpin, aku hidup dgn cara ini.” Jodha terdiam, dia menunggu beberapa saat, setelah Jalal tdak bicara lagi, dia pergi, tanpa pamit.

Acara mehndi akan segera di langsungkan. Hamida datang kesana di sambut oleh menawati. Menawati berkata dia merasa sangat senag atas kedatangan Hamida & para wanita dari agra, Menawati menyuruh mereka masuk & mempersilahkan duduk. Par gadis duduk mengelilingi Sukanya, memasangkan hena sambil saling ledek antara satu sama lain. Kakak ipar sukanya berkata, kalau ini luar biasa, mereka belum meletakan hena di tangan Sukanya, tapi tanganya sudah telapak tanganmu sudah terlihat cantik. Ada yg bilang dgn hena suami jadi semakin sayang. Jodha berkata, sukanya akan lebih terlihat cantik setelah memakai kunyit (haldi).

Sukanya berkata, “tidak, Jodha. kau yg paling terlihat cantik, wajahmu bercahaya. Karena itu kakak ipar menemanimu pergi ke mandir, & menunggumu berdandan sampai selesai sebelum ke pesta, juga ketika turun dari tangga, dia terus memandangmu, jiji.” Kakak ipar sukanya membenarkan hal itu, “kau benar sukanya, yg mulia terus saja memandang Jodha.” Bebrapa wanita setuju saat ada yg mengatakan kalau jalal sangat tampan, ahli senjata & ksatria yg tangguh. Meski begitu, pada anak-anak Jalal sangat baik & lembut. Jodha menatap dgn satu ekspresi saja, antara bangga & tdak terima. Jodha mengalihkan pembicaraan dgn membahas calon suami sukanya. Tapi mereka tdak melepaskan Jodha begitu saja. Nenek mengatakan kalau calon suami sukanya sangat tampan & baik. Para wanita berkata karena itu jalal memilih dia.

Jodha protes, kenapa selalu membicarakan Jalal? Anak anak datang meminta pada Jodha agar mereka yg di pasangkan hena dulu. Karena saat pernikahanny adulu, tangan mereka yg terakhir di pasangi hena. Jodha mendekati anak-anak & bekata, “baiklah tuann puteri kecil, kalian yg pertama, seseorang akan melukis hena di tangan kalian semua. Setelah itu kalian semua menari.” Putri kecil berkata, “bahkan saat raja datang utk perasayaan kan?” Para wanita mengoda Jodha, “kau dengar Jodha, bahkan anak-anak juga membicarakan yg mulia.” Jodha hanya bisa pasrah. Anak-anak mengatakan, kalau mereka yakin jalal akan datang. Jodha memberitahu mereka kalau hanya perempuan yg boleh datang, laki-lai tdak boleh. Jodha mengajak anak-anak utk mengikutinya. Para wanita kemudian membantu memasang hena di tangan anak-anak.

Penutup: Bangkit.co.id mengucapkan banyak terima kasih karena sobat terah berkenan singgah dihalaman ini untuk membaca Sinopsis Jodha Akbar Episode 92 Tanggal 18 Desember 2020 yang kita publikasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *