Tips Turunkan Berat Badan hingga 40kg ala Dewi Hughes

Bangkit.co.id- Presenter berbadan besar Dewi Hughes lama tak muncul, sekarang tampil dengan sesuatu yang berbeda, Badannya yang dulu sangat gemuk dan berat badanya yang sempat mencapai kini 131kg, kini terlihat lebih langsing. Ternyata selama ini wanita berusia 45tahun tersebut tengah menjalankan program diet. Program penurunan berat badan tersebut dijalankan Dewi mulai awal tahun lalu, sejak syuting film terbarunya, Surga di Telapak Kaki Ibu.

“Alhamdulillah sudah sukses menurunkan berat badan 40 kg selama syuting film Surga di Telapak Kaki Ibu di bulan Januari,” ungkap Dewi Hughes di CGV Blitz GI, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).

Dewi sendiri seakan menerima tantangan saat menjalankan program diet bersamaan dengan syuting film di kota Padang yang terkenal memiliki banyak ragam kuliner lezat yang pasti menggoda iman saat diet. Dewi pun mengaku tidak menyangka bisa menjalankan diet tersebut disana.

“Saya enggak nyangka juga sih bisa bertahan di Padang dengan masakan Padang pagi, siang, malam. Belum lagi gorengan dan sate padang yang lewat di depan kita, Di sana saya bertahan dengan makan buah dan sayur. Syuting 10 hari berat saya turun 5 kg,” katanya.

Wanita yang memiliki nama lengkap Desak Made Hugeshia Dewi pun memilih metode diet hipnoterapi yang membantunya untuk terus fokus dan tidak tergoda dengan makanan apapun yang menggagalkan dietnya.

“Waktu itu saya belum terpikirkan untuk menguruskan badan pakai hipnoterapi. Waktu ke Padang saya pikir kenapa saya tidak pakai ilmu hipnoterapi saya. Jadi sambil saya nunggu syuting, saya hipnoterapi diri saya sendiri, ternyata hipnoterapi membuat saya kuat di Padang. Misalkan masakan Padang datang, saya ambil semangka saya lalu saya potong dua dan sendok sambil makan. Jadi saya bilang ini diet kenyang, kalau makan semangka ya makan sampai kenyang. Tapi semangkanya yang agak pink pucat yang gulanya sedikit,” kata Dewi Hughes.

Ternyata alasan kuat Dewi untuk menjalankan diet adalah bertambahnya usia, dan tidak ingin menyusahkan orang bila dirinya sakit nanti.

“Makanya saya berpikir untuk mengakhiri semua ini, untuk memulai hidup sehat, umur saya sudah 46 tahun, kalau umur 50 saya masih sebesar ini dan saya sakit, nanti yang urus siapa? Saya kan sendirian. Jadi, bahaya kalau saya sakit, nanti nggak ada yang ngurusin. Terus di keluarga saya ada riwayat diabetes, jadi saya sebaiknya menjaga kesehatan,” jelasnya

 

 

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *