Sinopsis Shani Rabu 16 Mei 2018, Episode 70 Hari Ini

Sinopsis Shani Rabu 16 Mei 2018, Episode 70 Hari Ini –  lanjutan cerita Serial Drama India Shani telah sampai pada eps 70 yang akan segera tayang setiap hari pada pukul 17.30WIB, anda bisa menonton film Shani secara online melalui TV Streaming di situs ini caranya hanya dengan membuka halaman Jadwal ANTV disana anda akan menemukan jadwal acara antv setiap harinya lengkap dengan TV Streaming yang bisa anda gunakan untuk Nonton Shani setiap hari. Seperti Biasanya bangkit selalu rutin mempublish Sinopsis Film Shani siaran hari ini, tayang setiap hari Film Shani kisah semakin seru untuk diikuti kisahnya.

Sanghya mengobati luka di tangan Surya seraya berkata ingin mendiskusikan hal yang penting dengannya. Surya pun mengatakan hal yang sama. Surya kemudian mengatakan bahwa untuk mengobati lukanya dirinya harus pergi ke pertapaan resi dan bertobat sebelum terlambat.

Shani mulai membuka buku yang diambilnya dan membacanya. Seketika raut wajah Shani pun berubah. Vishwakarma pun bertanya pada Shani mengapa wajahnya terlihat tegang. Shani pun memberikan lembaran buku yang dibacanya dan Vishwakarma membaca lembaran tersebut.

Seketika Vishwakarma terkejut dan menyebut nama Mahadewa. Vishwakarma berkata kalau semua ini tidak mungkin terjadi tapi Shani membalas bahwa semua ini sudah terjadi dan ini semua berarti kelemahan Surya adalah miliknya.

Surya menjelaskan pada Sanghya bahwa mereka adalah anak2nya yang tidak bisa di korbankan untuk kepentingannya. Sanghya pun menjawab bahwa dia belum mengorbankan mereka karena mereka lahir di bumi dan sudah menjadi aturan bahwa anak2 itu akan tinggal di pertapaan Resi.

Sanghya mengingatkan Surya untuk tidak terlalu memikirkan anak2nya karena tidak ada yang tau tentang keduanya sebab resi sudah berjanji. Surya pun teringat saat dirinya meminta janji resi untuk tidak membiarkan orang lain tau tentang kebenaran anak2 tersebut dan meminta resi menganggap mereka adalah anak2nya sendiri mulai sekarang. Sang Resi pun berjanji. Surya pun berharap rahasia ini tidak akan terungkap oleh Shani.

Shani berkata pada kakeknya bahwa dirinya harus pergi untuk membeberkan rahasia tersebut. Vishwakarma pun mengangguk.

Shani pergi ke bumi dan menuju pertapaan di sebuah hutan. Dia melihat dua anak kecil kembar yang sedang bersama2 menggotong sebuah kayu. Shani bertanya2 mengapa dahi mereka mempunyai simbol kuda. Shani pun teringat kutukan resi pada Sanghya dan ucapan resi padanya waktu itu. Shani pun menyadari bahwa inilah yang sedang disembunyikan Surya dan Sanghya.

Kedua anak tadi hendak lari tapi Shani memintanya untuk tidak lari karena dirinya bukan musuhnya dan Shani berjanji tidak akan menyakitinya.

Seorang resi tengah mengajar murid2nya dan Hanuman dengan jahil mencuri buku2 tersebut tanpa sepengetahuan sang resi. Sang Resi pun melapor pada Resi Matanga dan resi Matanga tau siapa yang sudah mencuri buku2 tersebut dan sang resi pun berteriak menyebut nama Hanuman.

Hanuman sendiri membawa buku2 curiannya ke tengah hutan dan membacanya seraya bertanya2 mengapa para resi sangat mencintai buku2 tersebut sedangkan dirinya tidak mengerti sama sekali.

Indra muncul dan melihat apa yang dikerjakan Hanuman lalu memanggilnya dan bertanya apa yang dia disahkan. Dalam hati Indra berkata bahwa dirinya telah datang disaat yang tepat dan tidak akan sulit untuk meyakinkan Hanuman menjadi murid Surya.

Hanuman membereskan buku2nya dan hendak pergi tapi Indra menghentikannya dan berkata kalau dirinya ingin berbicara dengannya tapi mengalami menjauhinya. Hanuman menjawab kalau dirinya tidak suka serangan petirnya.

Resi Matanga muncul dan menghardik Hanuman yang berani mencuri buku2 Resi. Resi Matanga melihat Indra dan memberi salam lalu mengadukan kenakalan Hanuman yang mencuri buku2 Resi. Hanuman hendak menjawab tapi Indra menyela dan berkata bahwa Hanuman baru saja meminjam buku2 tersebut agar mendapat ilmu. Indra juga berkata bahwa dirinya mencoba memberitau Hanuman kalau buku2 itu tidak berharga tanpa adanya guru.

Indra lalu meminta buku2 itu dan dikembalikannya pada Resi Matanga. Resi Matanga kemudian beranjak pergi. Indra melihat raut wajah kesal milik Hanuman dan berkata kalau dia tidak perlu marah padanya karena buku2 itu tidak ada gunanya tanpa guru. Indra menambahkan bahwa dia memerlukan guru agar menjadi pintar dan tidak ada yang akan menipunya seperti halnya Shani.

Hanuman menanyakan maksud ucapan Indra dan Indra menjawab bahwa dia sebenarnya sudah dekat dengan kemenangannya tapi Shani mengalihkan perhatiannya dan membuatnya kalah. Indra menambahkan bahwa Shani tidak sekuat dia rapi dia jauh lebih pintar dalam ilmu pengetahuan.

Hanuman menerima ucapan Indra dan berkata bahwa Shani menghentikannya bukan dengan kekuatannya tapi dengan pikirannya. Indra pun menghasut agar dia mengalahkan Shani dengan senjata Shanj sendiri yaitu ilmu pengetahuannya.

Hanuman bertanya darimana dirinya akan mendapat ilmu. Indra menjawab dari Dewa Surya karena Surya adalah guru terbaik untuk anak sepintar dia. Hanuman bertanya lagi akankah Surya mengajarinya. Indra meyakinkannya dan bertanya apakah dia siap untuk belajar.

Hanuman menyatakan siap tapi harus meminta ijin ibunya dulu. Indra lu berkata bahwa dirinya sudah meminta ijin dari ibunya. Dalam hati Indra merasa senang dan menyuruh Shani bersiap2 karena tak lama lagi dia akan dikalahkan oleh Indra.

Indra membawa Hanuman menuju Suryaloka dan saat tiba di depan istana Suryaloka Indra berkata pada Hanuman bahwa dia telah diterima pdi Suryaloka dan sekarang Suryaloka akan menjadi rumahnya sampai dia selesai dengan pendidikannya.

Shani masih mencoba membujuk dua anak kecil tadi agar tidak perlu takut padanya dan Shani meminta mereka memperkenalkan diri. Anak kembar itu memperkenalkan diri sebagai Ashwini Kumar dan setelah itu berpamitan pada Shani karena ayah nya akan menghukum mereka jika melihat dia bersamanya.

Shani mengerutkan dahi dan menanyakan ayah mereka. Aswhini Kumar menjawab bahwa ini pertapaan ayah mereka dan sang ayah melarang mereka berkenalan dengan siapa pun. Shani pun berkata bahwa mereka sudah di bohongi dan Shani bertanya balik apakah mereka tau siapa ayah mereka sebenarnya. Aswhini Kumar menjadi bingung.

Tiba2 terdengar teriakan sang resi memanggil Shani dan mengatakan bahwa dirinya lah ayah mereka. Shani melihat resi yang telah mengutuk Sanghya dulu. Sang Resi mendekat dengan amarah dan menyuruh Aswhini Kumar pergi lebih dulu tapi Shani melarang dan menyuruh mereka pergi setelah mengetahui kebenarannya.

Resi pun menghardik Shani dan berkata bahwa dia tidak berhak memerintah anak2nya karena mereka terikat oleh perintah2 dirinya saja. Shani pun menajwab bahwa seorang ayah harusnya membebaskan anak2nya. Resi menyuruh Shani untuk tetap menjaga batasannya.

Shani meminta Resi menyadari kesalahannya dan berhenti berbohong atau dia akan di hukumnya. Shani menyuruh sang resi memberitahu Ashwini Kumar tentang siapa mereka sebenarnya. Resi menjawab dengan emosi bahwa Ashwini Kumar adalah anak2nya dan akan lebih baik jika dia (Shani) tidak ikut campur dalam masalahnya.

Shani pun menjawab bahwa Shani tidak pernah mengganggu tapu orang2 sendiri yang telah mengundangnya dengan kebohongannya dan dengan perbuatan mereka. Shani juga berkata bahwa dia dan dirinya tau siapa Ashwini Kumar dan dimana tempat mereka sebenarnya. Shani menegaskan bahwa sudah menjadi tugasnya untuk membawa seseorang ke tempat dimana mereka pantas untuk ditempatkan.

Indra tengah mencoba meyakinkan Surya bahwa dia akan merasa bangga setelah Hanuman menajdi muridnya. Hanuman menatap sekitarnya dan mulai memperhatikan setiap detail sudut ruangan Suryaloka. Indra mengatakan bahwa Hanuman anak yang sangat ingin tau segalanya.

Hanuman pun menduduki kursi Surya dan membuat geram Surya tapi Indra terus membela Hanuman dengan mengatakan bahwa ini tempat baru bagi Hanuman dan itu semua hanya alan terjadi diawal saja. Indra terus meyakinkan Surya bahwa dia akan menikmati menjadi guru Hanuman karena Hanuman pasti akan mendapat anugrah Mahadewa dan dia lah yang akan selalu di ingat jika dia terlibat dalam pendidikan Hanuman.

Hanuman melihat senampan laddo. Chaya mengambil nampan tersebut dan menawarkannya pada Hanuman yang langsung melahapnya dengan rakus. Indra beralasan bahwa kelaparan untuk pengetahuan telah diberikan apda Hanuman. Surya dengan geram berkata bahwa Hanuman memang benar2 lapar tapi untuk makanan dan bukan lapar ilmu pengetahuan.

Surya pun menghardik Hanuman karena pertama2 dia sudah membuat gerhana untuknya dan sekarang datang untuk memperoloknya dengan menunjukkan kesombongannya. Surya pun berkata bahwa dia tidak pantas di Suryaloka dan Surya menyuruhnya pergi. Indra dan Sanghya pun menjadi panik.

Dengan tegas Resi mengatakan pada Shani bahwa dirinya sudah memilih jalan yang benar dan Ashwini Kumar akan tinggal bersamanya. Resi pun lantas mengusir Shani. Shani menghardiknya dan mengeluarkan senjata lalu berkata bahwa ini kesempatan terakhirnya jadi dia harus menerima kebenarannya atau dia akan menghadapi hukumannya dan penglihatannya. Resi pun hanya bisa terdiam.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *