Sinopsis Chandra Nandini

Episode 67, Sinopsis Chandra Nandini Sabtu 10 Maret 2018

Sinopsis Chandra Nandini Sabtu 10 Maret 2018, kelanjutan cerita Serial Drama India yang satu ini telah sampai pada episode 67 yang akan segera tayang hari Sabtu besok, Seperti Biasanya bangkit selalu rutin mempublish Sinopsis Chandra Nandini siaran hari ini, dijadwalkan setiap hari Film Chandra Nandini kisah semakin seru untuk diikuti kisahnya.

Badhra menegur Bhindusara saat Bhindusara bersama Dharma. Dharma menuntut keadilan pada Bhindusara. Namun Bhindusara menolak dengan alasan jika dia adalah seorang putra mahkota. Badhra menolak semua yang di katakan Bhindusara.

Karena putra mahkota tidak akan mengajarkan nilai yang buruk pada semua orang. Namun Bhindusara tidak dapat menerima masukan dari Badhra dan justru mengajak Badhra bertarung. Nandini datang dan melerai mereka. Namun karena keangkuhan Bhindusara, nandini terluka. Badhra pun memutuskan untuk menolong nandini. Namun Bhindusara memanfaatkan hal itu untuk mengalahkan Badhra dengan curang.

Chandra datang dan melihat nandini kesakitan. Chandra pun memutuskan untuk menolongnya. Namun nandini menolaknya. Tapi nandini berubah pikiran dan meminta chandra menutup matanya saat mengobatinya. Chandra pun tersenyum dan nandini mendapatkan sedikit ingatannya. Chandra pergi dan bertemu Badhra. Badhra pun menceritakan yang telah terjadi pada nandini yang sebenarnya.

Chandra sangat marah dan memutuskan untuk menemui ibu Helena. Chandra berkata jika kesabarannya sudah habis dengan kelakuan mereka. Chandra pun meminta agar ibu Helena mengakui apa yang telah terjadi pada Dhurdhara dahulu agar Bhindusara berhenti menghina nandini. Ibu Helena pun tidak dapat mengelak. Chandra pun segera memanggil semua orang ke aula.

Di aula chandra mengatakan jika dia membuka sidang itu sebagai kepala rumah tangga. Bukan Sebagai raja. Dia memutuskan unik mengungkapkan kembali yang telah di ketahui namun beberapa masih belum mengetahui sejarah yang terjadi. Chandra pun memanggil Bhindusara untuk masuk.

Sebelum ibu Helena menjelaskan, Bhindusara mengaku dia mengetahui semua yang terjadi jika yang membunuh Dhurdhara adalah ibu Helena. Tapi Bhindusara mengaku jika dia tidak merasa benci karena apa yang di lakukan olehnya karena chandra yang sudah selalu menyia-nyiakan Helena demi nandini. Bahkan selama Bertahun-tahun lalai atas segala tanggung jawabnya pada putranya hanya karena nandini yang hilang. Bhindusara pun pergi.

Ibu Helena mengatakan jika Helena selalu menghancurkan setiap rencananya. Helena berkata jika mereka tidak perlu khawatir. Karena Bhindusara hanya mengetahui separuh kenyataan yang terjadi. Bhindusara hanya mengetahui jika ibu Helena juga tertuduh karena surat yang telah mereka rekayasa menjelaskan jika pelakunya adalah nandini. Maka dari itu Bhindusara tidak akan merubah pendiriannya pada nandini dan akan tetap mempercayai Helena.

Sementara itu Bhindusara sedang berlatih memanah dan melihat Dharma. Bhindusara meminta penjaga membawa Dharma. Rupanya Bhindusara ingin menjadikan Dharma sebagai meja sasarannya. Dharma pun tanpa perlawanan meletakkan apel di kepalanya. Namun Charumati menghentikan Bhindusara dan berkata jika Bhindusara akan membahayakan nyawa Dharma dalam keadaan mabuk.

Bhindusara kesal dan melempar panahnya. Sementara itu nandini melihat seseorang mengendap-endap dan menodongkan pedang ke arahnya. Spontan nandini mengambil pedang di dekatnya dan melawan pria itu hingga tudungnya terbuka. Nandini terkejut mengetahui pria itu adalah chandra.

Chandra pun meminta maaf dan berkata jika nandini tidak pernah berubah tetap seperti dulu. Pandai berpedang dan selalu melindungi orang yang di cintanya. Mengingat hal itu nandini memutuskan untuk memulai hubungan yang lebih baik bersama Bhindusara.

Nandini merapikan kamar Bhindusara dan memutuskan untuk membuang semua alkohol di kamarnya dan merubahnya dengan sirup. Bhindusara datang dan kesal karena kamarnya di rubah dan alkoholnya habis. Nandini pun datang dan berkata jika dia yang melakukan semua itu untuk Bhindusara. Namun Bhindusara tetap menolak kebaikannya.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *