Sinopsis Chandra Nandini Tayang Sabtu 10 Feb 2018, Eps 39

Sinopsis Chandra Nandini Tayang Sabtu 10 Feb 2018, Eps 39

Sinopsis Chandra Nandini Tayang Sabtu 10 Feb 2018, Eps 39 – lanjutan kisah serial drama India Chandra Nandini ceritanya kembali diteruskan kali ini kita bagikan cerita serunya yang telah sampai pada EPS 39, Sinopsis Film terbaru Hari ini akan kembali disambung, berikut adalah lanjutan Sinopsis Chandra Nandini Episode 37 siaran hari sabtu 10-2-208 besok.

Dadima berbicara pada Moora mengenai Nandini yang mempertaruhkan nyawanya untuk Chandra. Moora membenarkan ucapan Dadima dan menyadari kesalahannya, Moora pun berkata akan berterimakasih pada Nandini secara pribadi. Dadima mengajaknya menemui Nandini tapi Moora berkata bahwa dia harus beristirahat sekarang dan dirinya akan berterimakasih pada Nandini besok saat di aula.

Padmananda diberi informasi oleh prajuritnya mengenai lolosnya Nandini dan Vishaka, Padmananda pun menghabisi prajuritnya. Setelah itu Amartya mendapat surat dari mata2nya yang dibawa seorang prajurit. Chanakya masuk bersama Malayketu lalu Malayketu mengatakan bahwa pasukan mereka membutuhkan senjata. Amartya memberikan kabar kalau mata2 mereka di Magadha telah tewas.

Padmananda menganggap Vishaka yang tiada tapi Amartya menjawab bukan Vishaka yang tiada tapi Parvatak, Amartya menambahkan Handra yang menghabisi Parvatak karena Chandra tau kalau Parvatak berada di pihaknya (Padmananda). Padmananda, Malayketu dan Chanakya terkejut mendengarnya. Malayketu pun geram dan berniat menghabisi Chandra tapi Amartya menghentikannya dan mengatakan agar dia bersabar karena mereka akan menyerang Chandra di saat yang tepat.

Padmananda lalu menyemangati Malayketu agar api balas dendamnya tidak boleh padam karena itu bisa dipergunakan untuk melawan Chandra. Chanakya pun berpikir bahwa Chandra telah melakukan tugasnya dengan baik. Chandra mendatangi Nandini yang sedang mengayun Bindusara. Lalu Chandra memakaikan selendang Nandini kekepalanya.

Chandra lalu berbicara denganya bagar meminta apa yang di inginkan karena dia sudah menyelamatkan raja Magadha hari ini. Nandini pun menjawab, “kau sudah memberikan semuanya Yang Mulia..kau menyalahkanku atas kematian Dhurdhara”. Chandra berkata akan membebaskannya dari hukuman tersebut karena dia bukan pembunuh Dhurdhara.

Nandini pun meminta bukti kalau bukan dirinya yang melenyapkan Dhurdhara. Nandini menambahkan bahwa jika dia(Chandra) ingin memberinya sesuatu maka Nandini meminta dia menemukan pembunuh yang sebenarnya. Chandra pun berjanji akan mengembalikan semua yang telah hilang dan martabat Nandini lalu Chandra beranjak pergi.

Keesokan harinya di ruangan ratu, Moora memberikan berbagai macam hadiah pakaian dan perhiasan untuk Nandini, Moora berbicara dengannya bahwa semua hadiah itu diberikannya pada seorang pelayan yang telah menyelamatkan kehidupan putranya. Nandini membalas bahwa sebagai seorang pelayan dirinya tidak bisa menolak apa yang diberikannya dan berterimakasih.

Helena pun membahasnya dengan ibunya. Moora lalu memberi perintah pada pelayannya agar membawa semua hadiah ke kamar Nandini. Sinopsis Chandra Nandini hari ini, Nandini tengah merias diri di kamarnya, Chandra datang dan menatapnya dari cermin seraya mengingat saat mereka bersama dulu (kilas balik saat Nandini merias diri dan Chandra mendatanginya lalu memberi saran agar rambutnya tetap terurai karena itu yang disukainya dan Nandinipun berkata bahwa dia juga tau apa yang disukainya kemudian Nandini menaburkan pewarna ke wajah Chandra dan berkata dirinya suka melihat wajahnya berwarna merah seperti kera), Nandini melihat Chandra, lalu Chandra berbicara dengannya mengenai hadiah2 dari Moora.

Chanakya membawa Malayketu ke tengah hutan dan berbicara padanya bahwa yang melenyapkan ayahnya bukan Chandra tapi Padmananda. Malayketu bertanya dia berada dipihak Chandra atau Padmananda. Chanakya menunjukkan surat dari Vishaka dan menyuruh Malayketu menggunakan otaknya untuk berpikir. Tapi Malayketu bersikeras akan tetap berada di pihak Padmananda.

Chanakya mencoba membujuknya, “mereka juga akan menghabisi kita jika pekerjaan sudah selesai..dia menipumu dan aku akan segera dihabisi tapi aku ingin muridku yang memimpin Magadha setelah Chandra yaitu kau..”, Malayketu pun luluh dan setuju lantas beranjak pergi. Chanakya pun berbicara sendiri bahwa tanpa senjata dirinya akan memisahkan Malayketu dari Padmananda.

Saat diruangan ratu, seluruh anggoga kerajaan sedang memilih2 perhiasan lalu mereka mendengar nama Bindusara dielu2kan rakyat. Chandra yang tengah berjalan bersama Megasthenes juga mendengarnya. Mereka semua bergegas memeriksa apa yang terjadi dan mereka melihat Nandini tengah membagi2kan semua hadiah Moora pada rakyat Magadha. Apama berbicara pada Helena bahwa dengan bantuan rakyat Nandini mencoba membuat tempat di Magadha untuknya.

Chandra lalu menghampiri Nandini dan mengambil alih Bindusara dari gendongan Nandini. Dadima sendiri mengatakan pada Moora bahwa Nandini bukan orang yang serakah. Semua rakyat memberkati Bindusara dan Chandra Nandini. Chandra lalu melihat wanita yang dengan wajah aneh (separuh wajahnya berbintik2) ikut mengantri hadiah dari Nandini, Chandra pun bertanya2 apa yang dilakukan wanita itu di istananya. Sinopsis Chandra Nandini Episode 39

Chandra mendatangi Nandini dikamarnya dan berbicara dengannya mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dia lakukan tadi. Nandini menjawab dirinya melakukan semua ini untuk Bindusara lalu Nandini hendak beranjak keluar kamar tapi Chandra memegang tangannya menghentikannya dan bertanya pada Nandini apakah dia memaafkannya.

Nandini menjawab, “aku hanya seorang pelayan..siapa aku ini yang harus memaafkan seorang raja..jika kau menyuruhku tertawa aku akan tertawa dan jika kau menyuruhku menangis..aku pun akan menangis”, Nandini melepaskan tangannya dari Chandra dan beranjak pergi.

Dadima tengah berbicara dengan Moora agar memaafkan Nandini. Moora berkata, “aku tidak tau kebenarannya tapi semua bukti terarah pada Nandini..jika suatu hari Nandini terbukti tidak melenyapkan Dhurdhara maka aku akan menerimanya kembali sebagai putriku tapi untuk saat ini aku tidak bisa karena setiap kali aku melihat Bindusara aku melihat rasa sakit itu bu..”, Moora lalu beranjak pergi.

Dadima pun berkata sendiri berharap Moora akan melihat bahwa Bindusara memiliki ibu yaitu Nandini sebelum semuanya terlambat. Sinopsis Chandra Nandini Sabtu 10 Februari 2018, Chandra di kamarnya memperhatikan lukisan wanita aneh tadi dan memikirkan sesuatu. Nandini datang membawa Bindusara dan Chandra pun menutupi lukisan wanita aneh tadi dengan lukisan Dhurdhara-Nandini.

Nandini menghampirinya dan membicarakan Dhurdhara karena mengira Chandra sedang merindukannya. Lalu Nandini memperlihatkan semua barang2 kesukaan Dhurdhara sembari berkata bahwa Dhurdhara akan selalu ada dihati mereka. Chandra pun memeluk Bindusara dan berpikir kalau dirinya tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah melenyapkan ibu dari putranya.

Kemudian Bindusara buang air kecil dan pakaian Chandra pun basah. Nandini tertawa seraya berkata bahwa bayi akan melakukan hal tersebut pada orang yang sangat disayanginya lalu Nandini mengambil Bindusara dan mengganti pakaiannya. Chandra mendekat pada Nandini dan Nandini mundur teratur tapi ternyata Chandra hanya mengambil selendangnya yang diduduki Nandini seraya berkata akan pergi mandi kemudian Chandra beranjak pergi sambil berpikir dirinya harus menemukan wanita aneh yang ada dilukisannya.

Chandra menyamar dan mendatangi pasar, dia lalu melihat wanita aneh yang dicarinya dan mengejarnya. Wanita itu menyadari kalau sedang di ikuti dan berusaha melarikan diri. Chandra pun kehilangan jejaknya dan malah penyamarannya terbongkar karena selendang yang menutupi wajahnya terjatuh hingga rakyat mengenalinya sebagai Raja Magadha.

Sinopsis Chandra Nandini, Chandra lalu memberikan alasan bahwa kehadirannya untuk berterimakasih pada mereka semua karena sudah memberikan berkat pada Bindusara. Rakyat pun mengelu2kan nama Chandra.

COMMENTS

WORDPRESS: 0