Sinopsis Chandra Nandini, Tayang Senin 5 Februari 2018, EPS 34

Sinopsis Chandra Nandini, Tayang Senin 5 Februari 2018, EPS 34

Sinopsis Chandra Nandini, Tayang Senin 5 Februari 2018, EPS 34 berikut lanjutan Cerita serial drama India Chandra Nandini yang kisah makin seru untuk terus diikuti pada hari ini Film India ini telah sampai pada EPS 34 dan akan tayang pada senin hari ini, inilah lanjutan Sinopsis Chandra Nandini Episode 34 siaran hari Senin 5-2-2018 besok.

Chanakya kembali dibawa ke tenda Padmananda dengan mata tertutup, Padmananda lalu berbicara padanya dan berkata akan memperlihatkan seseorang. Malayketu lalu memanggil seorang prajurit mereka bernama Yodha, Chanakya bertanya siapa dia dan Padmananda menjelaskan bahwa Yodha adalah prajurit terlatihnya yang bisa menahan rasa sakit terburuk sekalipun.

Malayketu menyerangnya dengan pedang dan Yodha tidak menunjukkan reaksi apapun. Padmananda lalu berkata pada Chanakya bahwa dia hanya harus menunjukkan jalan rahasia pada Yodha dan sekali Yodha masuk kesana maka Yodha akan mengerjakan tugasnya. Padmananda bertanya apakah dia masih ingin bergabung dengannya. Chanakya berlikir bahwa Padmananda mencoba mengujinya dan Chanakya pun mengiyakan ucapan Padmananda. Setelah itu Chanakya beranjak pergi dengan prajurit Padmananda.

Di ruangan ratu, Moora membahas tentang kegiatan amal untuk Bindusara karena itu sudah menjadi doanya pada Dewa apabila Bindusara memperoleh kesembuhannya. Chandra berkata akan mempersiapkannya. Moora mengajukan syarat agar Nandini tidak ikut berpartisipasi dalam amal tersebut, Dadima mengatakan bahwa hanya Nandini yang bisa menjaga Bindusara dengan baik tapi Moora mengatakan bahwa Bindusara juga dekat dengan Vishaka.

Helena membenarkan ucapan Moora. Moora lalu meminta Vishaka untuk menjaga Bindusara, Vishaka mengiyakan dan Moora beranjak pergi, Nandini pun merasa sedih dan memeluk Bindusara.Sinopsis Chandra Nandini Episode 34 Vishaka tengah bermain2 bersama Bindusara, Nandini memerhatikannya dan teringat pembicaraannya dengan Chanakya dan penemuan jasad prajurit.

Nandini berpikir bahwa Vishaka memang baik hati tapi dia seolah2 ingin mendekat pada semuanya. Nandini lalu bertanya pada Vishaka keberadaannya semalam, Vishaka memberi jawaban kalau dirinya berada didalam kamarnya. Lalu Nandini menanyakan perihal keluarganya.Vishaka melihat buku2 dimeja dan bertanya pada Nandini buku2 siapakah itu. Chandra yang menjawab bahwa seseorang menggunakan buku2 tersebut untuk dibaca. Vishaka lalu berkagta ingin membacanya jika tidak ada yangmenggunakannya.

Chandra pun mempersilahkan. Vishaka lalu memanggil Nandini dengan sebutan ratu tapi Chandra menjawab bahwa Nandini bukan lagi seorang ratu. Vishaka pun meminta maaf. Vishaka lalu melihat gelang kaki Nandini dan memujinya, Chandra bertanya apakah dia menyukainya lalu menawarkan akan memakaikannya. Chandra mempersilahkan Vishaka duduk dan Chandra memakaikan gelang kaki tersebut, Nandini pun terlihat cemburu dan berpikir bahwa Vishaka terlihat licik dan Nandini merasa Vishaka ingin menggantikan tempatnya.

Nandini merasa curiga dan akan menemukan yang sebenarnya. Chanakya dan Yodha memasuki jalan rahasia, Chanakya pun berpikir carauntuk menemukan jalan agar Padmananda mempercayainya. Chanakya lalu menunjukkan jalan ke kamar Chandra, Yodha pun beranjak pergi. Sinopsis Chandra Nandini Senin 5 Februari 2018

Chandra hendak keluar kamar tapi Nandini masuk dan berbicara dengannya agar menjauhkan Vishaka dari Bindusara. Chandra menyindirnya, Nandini menjelaskan bahwa Vishaka terlihat dekat padanya dan itu mencurigakan. Chandra lalu kembali berkomentar sinis dan Nandini hanya berkata bahwa dirinya hanya ingin melakukan pekerjaannya untuk memperingatkannya.

Nandini menyuruh Chandra memikirkan kata2nya, pelayan datang memberitau Chandra kalau ibu suri memangginya. Chandra pun beranjak pergi. Nandini kembali memikirkan sesuatu. Chandra memasuki aula perayaan sembari menggendong Bindusara. Lalu Chandra mulai berbicara, “aku menyambut setiap orang untuk perayaan Bindusara dan setiap orang di Magadha akan diberi hadiah koin emas..pernah suatu waktu raja Magadha memaksa kalian untuk membayar pajak atas nama putrinya tapi aku hanya akan meminta berkat kalian utuk putraku”, Nandinipun teringat saat masa kecilnya sang ayah memaksa semua rakyat membayar pajak untuk ulangtahunnya.

Pendeta lalu mengatakan agar mendudukkan Bindusara bersama sang ibu di salah satu sisi timbangan. Helena mengambil alih menggendong Bindusara tapi Bindusara menangis, Vishaka pun menghampirinya dan menggendong Bindusara, setelah Bindusara ditenangkan Vishaka mengembalikannya pada Helena lalu Helena membawanya mendekat pada pendeta untuk diberkati dan kemudian memangkunya duduk di sebuah timbangan. Pendeta lalu mengatakan pada Chandra agar memulai ritualnya. Chandra dan keluarga bergantian memasukkan koin2 emas ke dalam timbangan. Salah satu mentri asik menatap Vishaka dengan liarnya.

Nandini diam2 mengintip dari lantai atas. Vishaka maju dan membuka perhiasan2nya untuk diletakkan dalam timbangan tapi Chandra memegang tangannya dan mencegahnya karena perhiasan itu peninggalan orangtuanya. Vishaka mengatakan bahwa hanya perhiasan ini yang dimilikinya. Chandra pun menjawab bahwa berkatnya untuk Bindusara dirasa sudah cukup. Nandini merasa terganggu melihat tangan Chandra memegang tangan Vishaka.

Dadima melihat Nandini dan bergerak mendatanginya lalu bertanya apa yang tengah dilihatnya, Nandini menjawab sekaligus bertanya mengapa dirinya tidak menyukai Vishaka mendekati Chandra. Dadima menjawab itu karena dia masih mencintai Chandra. Nandini membenarkan ucapan Dadima tapi nandini berkata bahwa kepercayaan antara dirinya dan Chandra sudah hilang. Dadima memintanya tidak putus asa karena takdir akan mendekatkan mereka lagi dan kepercayaan diantara mereka akan kembali juga.

Yodha masuk kekamar Chandra dan tidak menemukannya, dia lalu mencari Chandra dan melihatnya sedang di aula, Yodha mengatakan sangat sulit menyerang Chandra dikeramaian tapi dirinya akan mencoba mencari jalan, tapi saat membalikkan badan dia melihat Nandini, Nandini mengatakan bahwa dia harus melakukan kesepakatan dengannya sebelum menyerang Raja, Nandini lalu mengambil pedangnya untuk menyerang Yodha, Nandini berhasil melukai tangannya dan berdarah tapi Nandini terkejut karena Yodha tidak merasakan sakit sama sekali. Nandini kembali menyerangnya tapi dirinya sendiri yang terpental. Yodha lalu mendekatinya dan Nandini kembali menyerangnya tapi Nandini sendirilah yang jatuh tersungkur.

Chanakya menyamar dalam kerumunan acara, prajurit menghadangnya, Chanakya berkata ingin menemui Chandra dan Bindusara. Chandra mendengar dan bertanya pada prajurit. Chanakya lalu menyapanya dan mengatakan bahwa kehadirannya untuk memberkati Bindusara, Chandra pun mempersilahkan masuk. Chanakya masuk dan terbatuk2 lalu mengatakan sebuah kalimat sebagai kode. Chandra teringat pesan Chanakya tentang kalimat tersebut sebagai tanda adanya bahaya dan Chandra menyadari bahwa lelaki tadi adalah Chanakya.

Sinopsis Chandra Nandini hari ini, Bindusara kembali menangis dan Vishaka berkata pada Helena akan mengambil obatnya. Sementara Nandini masih bertarung dengan Yodha. Yodha pun berhasil melukai tangannya dan Nandini pun jatuh terkapar. Yodha lantas bergegas pergi. Padmananda berbicara pada Amartya, Malayketu dan Parvatak bahwa jika Yodha sukses dengan misinya itu artinya Chanakya memang benar2 berada dipihaknya tapi jika tidak maka Chanakya akan menyelamatkan Chandra.

Parvatak bersikeras bahwa Chanakya hanya mencoba mengelabui mereka. Padmananda memintanya menunggu hasilnya. Sinopsis Chandra Nandini, Chanakya masih berjalan disekitar aula dan memberikan hadiahnya. Yodha memasuki aula. Lalu Chanakya pura2 jatuh menimpa Chandra dan membisikkan tentang keberadaan Yodha dan Chanakya mengatakan kalau dirinya harus menyerangnya demi mendapat kepercayaan Padmananda lalu Chanakya mendorongnya.

Chanakya lalu berpura2 menjadi perampok dengan mencuri beberapa emas dan melarikan diri menghampiri Yodha seraya mengatakan bahwa inilah saatnya untuk menyerang Chandra. Chandra menyuruh prajuritnya bergegas mengejar pencuri.

COMMENTS

WORDPRESS: 0