Sinopsis Chandra Nandini

Sinopsis Chandra Nandini Minggu 4 Februari 2018, EPS 33

Sinopsis Chandra Nandini Minggu 4 Februari 2018, lanjutan cerita serial drama India Chandra Nandini kembali diteruskan kali ini kita bagikan kisah serunya yang telah sampai pada EPS 33, Kelanjutan Kisah serunya akan kembali disambung hari ini, berikut adalah lanjutan Sinopsis Chandra Nandini Episode 33 siaran hari Minggu besok.

Nandinipun mengambil pedang dan merebut Bindusara dari tangan Chandra lalu bertanya siapa yang telah menyuruhnya. Chandra berpikir bahwa Nandini tidak bisa mengenalinya, Nandinipun menyerangnya. Mereka bertarung tapi kemudian Bindusara menangis, Chandra hendak menghampirinya tapi Nandini melemparnya dengan gelas dan kembali melawannya, Nandini berhasil menghunuskan pedang dilehernya dan bertanya siapa dia sebenarnya kemudian Nandini membuka penutup wajah Chandra, Nandini terkejut melihat Chandra lalu berkata bahwa berarti dirinya bertarung dengannya tadi.

Chandra menjawab bahwa dia sudah melewati ujiannya dan berhasil menjadi pilihan yang tepat untuknya menjaga Bindusara. Nandini menjawab bahwa dirinya akan mempertaruhkan hidupnya demi Bindusara. Chandra berkata bahwa hingga saat ini dirinya masihbisa melihat kalau dia yang melenyapkan Dhurdhara, Chandra berkata sudah sangat terlambat dan beranjak pergi. Nandinipun bergumam bahwa Chandra begitu sangat membencinya.

Chanakya menghitung koin emasnya, Chandra kemudian datang dengan penutup wajahnya, Chanakya memperhatikannya lalu Chandra membuka penutup wajahnya. Chanakya terkejut melihat Chandra, Chandra menarik pedangnya dan menghampiri Chanakya seraya berkata bahwa dirinya tau kalau dia pasti berada disini lalu Chandra meletakkan pedangnya dikaki Chanakya dan meminta berkatnya.

Chanakya memapahnya berdiri dan berkata bahwa rencana mereka berhasil karena bahkan Padmananda ingin bertemu dengannya (kilas balik saat Chandra memberitau Chanakya mengenai keberadaan Nandini di istana sebagai pengasuh Bindusara dan apa yang telah diperbuatnya untuk Bindusara. Chanakya pun berkomentar bahwa dia mengambil keputusan yang benar untuk Bindusara. Chanakya lalu membicarakan Apama dan bercerita bagaimana Apama menemui Sunanda di ruang rahasia dan Chanakya mengikutinya.

Chandra lalu membahasnya), Chanakya berbicara pada Chandra bahwa Apama akan membantu mereka menjalankan jebakannya dan Apama pun akan terjebak juga. Chandra meminta maaf karena harus bersikap kasar padanya, Chanakya menjawab bahwa itu semua kan hanya pura2 saja dan rakyat pasti akan mempercayainya. Chanakya memintanya untuksegera kembalidan melanjutkan sandiwara mereka. Chandra pun kembali menutupi wajahnya.

Chandra kembali keistana dan masuk ke kamar lalu tanpa sengaja menjatuhkan gelas, Nandini yang sedang menidurkan Bindusara pun menegurnya agar tidak menimbulkan kebisingan. Chandra kemudian berjalan mendekat dan Nandini kembali memarahinya karena suara sandalnya. Chandra membuka sandalnya lalu hendak menggendong Bindusara tapi lagi2 Nandini melarangnya dan mengomelinya.

Chandra pun berkata menghina Nandini kalau seolah2 Bindusara itu anaknya dan dia yang melahirkan. Nandini merasa sedih mendengarnya dan mengatakan bahwa dirinya memang bukan yang melahirkan Bindsara tapi dirinya bisa merasakan rasa sakitnya, sekali lagi Nandini menjelaskan pada Chandra bahwa dirinya tidak pernah melenyapkan Dhurdhara.

Chandra menanyakan bukti yang dia punya. Nandini pun menjawab kalau dia saja tidak mempercayainya apakah dia akan mempercayai bukti2 yang ada. Chandra menyuruhnya untuk tidak berbohong lagi karena dia tidak punya bukti dan dia memang yang melenyapkan Dhurdhara.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 33, Chandra mengalami kram tiba2 dan mengerang, Nandini hendak mendekat tapi Chandra melarang lalu Chandra memanggil pelayan dan memberi perintah agar mengambilkan minyakpemberian tabib. Pelayan kemudian datang dan mengoles punggungnya tapi itu tidak meredakan rasa sakit Chandra.

Setelah itu Nandini memijat paksa punggung Chandra dan menarik tangannya dengan kuat hingga membuat Chandra berteriak. Bindusara terbangun dan Nandini langsung menggendongnya, Chandra mengomel dan Nandini mengatakan bahwa dia sudah membangunkan Bindusara. Chandra lalu merasa kramnya sudah menghilang.

Raja Parvatak dan Chanakya bertemu di tengah hutan dan berbicara mengenai Chandra. Raja Parvatak lalu berkata akan mengatur pertemuannya dengan Padmananda besok lalu Parvatak beranjak pergi dan Chanakya pun berbicara dalam hati bahwa Padmananda akan terjebak secepatnya. Sinopsis Chandra Nandini Minggu 4 Februari 2018

Chandra sedang melamun di balkon dan teringat kematian Dhurdhara serta bagaimana pembelaan Nandini untuk dirinya sendiri. Chandrapun berbicara sendiri merasa bingung apa yang hars dilakukannya dan siapa yang harus dipercaya. Chandra berpikir mungkin surat Dhurdhara bisa memberi petunjuk. Lalu Chandra bergegas pergi menuju kamar Dhurdhara. Helena melihatnya dan berpikir mengapa Chandra pergi kekamar Dhurdhara lalu Helena mengikuti Chandra.

Chandra membuka kamar Dhurdhara dan teringat saat melihat Dhurdhara sedang memakan asam di kamarnya lalu dirinya dan Nandini datang kemudian menggoda Dhurdhara. Chandrapun tersenyum sendiri tapi kemudian bayangan2 itu menghilang, Chandra tersadar dan bergerak mencari2apa yang bisa dijadikan barang bukti. Chandra menemukan surat Dhurdhara.

Helena masuk ke dalam kamar dan bertanya apa yang diakukannya. Chandra mengatakan ingin melihat petunjuk dalam surat Dhurdhara adakah tertulis nama Nandini. Helenapun berpikir dengan ketakutan kalau surat itu bisa membuat dirinya dalam kesulitan lalu Helena merebut surat Dhurdhara dan mengatakan bahwa pelakuny amemang Nandini dan bertanya mengapa dia masih mempercayai Nandini.

Chandra merebut kembali surat ditangan Helena dan membacanya. Helena terkejut saat Chandra menyebut nama Nandini sebagai tertuduh dalam surat tersebut. Helena merebut suratnya dan melihat nama Nandini disana, Helena berpikir bagaimana mungkin semua ini terjadi lalu mengajak Chandra pergi. Chandra pun beranjak keluar kamar. Helena pun masih bertanya2 mengapa nama Nandini bisa tertulis di surat Dhurdhara.

Helena menunjukkan surat Dhurdhara pada Apama dan berkata bahwa dirinya ingat bukan surat itu yang ditulis Dhurdhara dan tidak terdapat nama Nandini disana, Apama menyuruh Helena membantunya memindahkan sebuah patung lalu Apama mengambil surat Dhurdhara yang asli dari dalam patung tersebut, Helena membandingkan keduanya lalu bertanya pada ibunya. Apama pun menjawab (kilas balik saat Apama ke kamar Dhurdhara dan menemukan surat Dhurdhara.

Apama lalu mengganti surat tersebut dengan surat tulisan tangannya disertai namaNandini didalamnya), Apama berbicara pada Helena bahwa dirinya yang mengganti surat tersebut. Helena memeluk ibunya dengan bangga dan memuji kecerdasannya. Apama pun membakar surat Dhurdhara. Sinopsis Chandra Nandini Hari ini Pagi harinya Nandini bercanda dengan Bindusara, Bindusara menyebut kata “ibu” dan Nandini terkejut serta mengira bahwa yang didengarnya tadi hanya imajinasinya saja, tapi kemudian Nandini kembali mendengarnya, Nandini menggendong BIndusara dan memintanya memanggilnya ibu sekali lagi. BIndusara kembali menyebut nama “ibu”. Nandini pun bahagia.

Parvatak menemui Chanakya dan hendak menutup mata Chanakya, Chanakya bertanya mengapa dia harus menutup matanya sedangkan mereka akan bekerja sama tapi Parvatak menjawab bahwa ini permintaan Padmananda. Chanakya tidak mempermasalahkan dan berkata jika dirinya lapar dan telah membawa bekal beberapa kacang untuk perjalanan, Chanakya menyuruh Parvatak memeriksa isi tasnya tapi Parvatak tidak mempermasalahkan lalu Parvatak menutup kedua mata Chanakya menggunakan kain berwarna hitam. Diam2 Chanakya memberi tanda jalanan dengan membuang kulit kacang.

Di aula, Chandra mendengar keluhan sepasang suami istri yang berebut hak asuh anak mereka. Sang suami merasa bisa memberikan kehidupan yang layak jadi merasa berhak mendapatkan hak asuh sementara sang istri mengatakan kalau bayinya masih sangat kecil dan membutuhkan dirinya.

Chandra menanyakan pendapat Megasthenes. Megasthenes lalu memberi saran agar hak asuh jatuh ke tangan sang ayahkarena sang ayah bisa merawat anaknya dengan baik. Sang istri memohon pada Chandra agar membiarkan anaknya diasuh olehnya.

Nandini masuk ke dalam aula dan mendengar keluhan istri tadi. Chandra lalu mengatakan bahwa keputusan diambil untuk kebaikan anak mereka. Nandini meminta maaf karena harus menyela dan mengatakan bahwa anak itu membutuhkan ibunya. Helena menegurnya dengan berkata bahwa sekarang pengasuh Bindusara akan ikut campur dalam masalah politik.

Chandra teringat surat Dhurdhara yang tertuliskan nama Nandini didalamnya dan kemudian membentak Nandini agar tidak mengatakan apapun, Chandra juga mengatakan agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama lalu Chandra pun mengusirnya agar keluar dari aula.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *