Nekad Menyiramkan Kotoran Ke Area Masjid, Suharmin Diamuk Massa

Nekad Menyiramkan Kotoran Ke Area Masjid, Suharmin Diamuk Massa

Suharmin Diamuk Massa pelaku yang Nekad Menyiramkan Kotoran Ke Area Masjid Kubah Emas Depok, Suharmin Lias harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah melakukan tindakan konyol dengan menyiramkan kotoran ke area masjid pada hari Jumat 22 Desember 2017 lalu. Akibat perbuatannya, SL ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal penistaan agama.

“Yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana dilansir detikcom, Selasa (26/12). “Dengan dugaan Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.”

Meskipun belum tentu mendapat hukuman penahanan, pihak kepolisian tengah mengamankan SL di Mapolresta Depok. Pasalnya, keluarga tersangka khawatir SL melakukan hal-hal yang tak diinginkan.

“Ancaman hukuman 4 tahun kan tidak harus ditahan,” lanjut Putu. “Tetapi, sementara kami amankan di Mapolresta Depok, karena keluarga khawatir dia kenapa-kenapa kalau dia dikeluarkan.”

Menurut hasil penyelidikan polisi, alasan tersangka melakukan penyiraman kotoran ke Masjid diakibatkan depresi lantaran kecewa dengan kondisi hidup yang susah. Pihak keluarga pun menuturkan bahwa SL kerap berperilaku aneh sejak enam bulan terakhir, termasuk melakukan buang air sembarangan. Sebelumnya, SL diketahui pernah menyiram kotoran di tempat ibadah lain, yakni patung Buddha di salah satu vihara di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

“Kata keluarganya sejak ibunya meninggal dia berkelakuan aneh. Salah satunya ya itu, buang air kecil sembarangan,” jelas Putu. “Alasannya, pelaku kecewa karena selalu diberikan kesusahan.”

Berdasarkan keterangan tersebut, SL akan menjalani tes kejiwaan untuk memastikan apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak. Tes kejiwaan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Apabila tersangka positif alami gangguan jiwa, maka SL tidak dapat diproses secara hukum.

COMMENTS

WORDPRESS: 0