Dipersulit Bertemu Anak, Five Vi Tau Sifat Suaminya

Dipersulit Bertemu Anak, Five Vi Tau Sifat Suaminya

Kisah rumah tangga Five Vi semakin memanas. Kisah tragis di dalam rumah tangga yang menghapiri selebritis cantik ini pasca bercerai dengan sang suami Iwan di tahun 2008 yang lalu. Tak hanya KDRT yang di alami Five Vi, Five Vi juga harus terpisah oleh dengan putrinya tercinta. Putri semata wayang Five Vi ini harus terpisah karena suami Five Vi meskipun hak asuh anak jatuh padanya. Kini, pemain sinetron Putri Duyung itu tak ragu lagi memperjuangkan haknya sebagai ibu lewat proses hokum.

“Emang mas Iwan bilang boleh Five Vi ke Malang berjumpa dan komunikasi dengan anaknya. Tapi tetep kami akan meng upayakan semuanya agar ada hokum yang pasti. Kita gak tahu ke depannya,” ujar Henry Indraguna, selaku pengacara Five Vi di kantor KPAI, Teuku Umar, Menteng, Jakarta Selatan, Selasa.

“Melihat pengalaman saya sudah 9 tahun bersabar, selama bertemu di Jakarta tidak boleh ketemu keluar, dibatasi, dan tidak boleh berhubungan dengan saya. Bertemu saja seperti orang yang di penjara. Kalau bisa bertemu di Malang, kalau enggak ya tangan hampa. Ya saya tau sifat dari mantan suami saya,” ujar Five Vi di kesempatan yang sama.

Sebagai salah satu upaya hokum, pihak KPAI pun terlibat dan di putuskan untuk segera melakukan mediasi. Kendati tak mudah mengambil hati sang putrid Five Vi, Balqis yang sudah 13 tahun lamanya tidak bertemu dan niat Five Vi pun tidak akan goyang sedikit pun.

“Memang sudah putus harapan. Saya pernah mengalami KDRT, trauma bertubi tubi. Saya sudah upayakan anak kembali. Lima bulan anak saya di culik, setelah itu saya yang di culik. Saya ajukan ke pengadilan, putusnya hanya percobaan,” lanjut Five Vi.

“Klien kami menghargai mediasi. Kita ke Polda ada jadwal BAP. Melihat Bilqis datang, kita urungkan dulu BAP di Polda. Kami mau meminta solusi dan konsultasi ke KPAI. Anak 14 tahun tidak mudah di mudahkan ke ibunya. Karena anak sudah dekat dengan ayahnya. Sebelum mediasi nanti malam. Kami konsultasi untuk dapatkan solusi yang terbaik,” ungkap Henry.

COMMENTS