Menyesal, Tersangka Perampok Pulomas Minta Ditembak

Bangkit.co.id—Erwin Situmorang, tersangka perampokan dan pembunuhan Pulomas mengaku menyesal dan tidak menyangka perbuatannya menyebabkan orang tewas. Dikatakan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pada 2 Januari kemarin, “Tersangka sampai mengatakan, ‘Pak, lebih baik saya ditembak saja sampai meninggal’.”

Menurut Argo, salah satu modus operandi komplotan perampok itu memang mengunci korban bersamaan di ruangan. Namun, para tersangka tidak mengira bahwa apa yang mereka lakukan justru membuat korban meninggal. Argo juga mengatakan bahwa selama merampok, Erwin belum pernah sekalipun membunuh korbannya.

Selama 17 jam, 11 orang disekap dalam sebuah kamar berukuran 1,5 x 1,5 meter pada 26 Desember 2016 lalu. Hingga akhirnya, enam di antaranya meninggal dunia di tempat sebab kekurangan oksigen.

Korban meninggal dalam kejadian itu adalah  pemilik rumah Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri, dan Dianita Gemma Dzalfayla. Juga Amel, teman Gemma; serta dua sopir pribadi, Yanto dan Tasrok. Sementara lima lainnya yang selamat adalah putri Dodi, Zanetta Kalila Azaria, dan empat pembantu rumah tangga Santi, Windy, Fitriani dan Emi.

Erlinda, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang sempat mendampingi Zanette, mengatakan bahwa Zanette lah dari lima korban selamat yang paling cepat pulih. Pada saat kejadian, Zanette bisa selamat sebab minum air kamar mandi. Hal itu lalu diikuti oleh baby sitter dan pembantu lainnya yang selamat juga. Hal ini lah yang membuat Erlinda memberikan pujian khusus kepada Zanette.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *