PSK Cina Datang Ke Indonesia

PSK Cina Datang Ke Indonesia Sebagai Turis, Wajib Ditindak

Bangkit.co.id – Ternyata bukan hanya barang electronik saja yang dibanjiri oleh produk Cina, PSK China juga mulai berdatangan ke Indonesia, mereka kesini sebagai turis yang bisa dobel fungsi menjadi PSK, wah Cina memang benar-benar canggih. Pihak Imigrasi menangkap 76 wanita seksi aduhai asal Tiongkok, dan hampir semua bermata sipit yang datang kesini sebagai turis tetapi dibalik itu mereka juga punya kerjaan sampingan yaitu jadi PSK.

Ini bisa menjadi bukti ternyata bukan produk China saja yang laku tetapi PSK China juga mulai banyak diminati, keberadaan para pekerja Seks komersial China di Indonesia disinyalir ada kelompok yang mengelola, diduga ada sponsor yang mensponsori mereka untuk datang ke Indonesia.

Ketua Komisi IX Dede Macan Yusuf Effendi meminta agar sponsor atau pihak yang mempekerjakan para WNA Tiongkok sebagai terapis dan PSK tersebut ditindak tegas.

Sebab para PSK itu terjaring dalam razia yang digelar oleh Tim pengawasan orang asing, Ditjen Imigrasi pada malam pergantian tahun baru, Sabtu (31/12).

“Yang perlu ditindak tegas mustinya adalah perusahaan atau sponsor yang memasukkan,” ujar Dede Yusuf, Senin (2/1).

Dia menilai, hal tersebut merupakan dampak dari kebijakan bebas visa. Sebab, berdasarkan hasil pengungkapan yang diterimanya, banyak WNA yang menyalahgunakan visanya untuk melakukan tindakan negatif. Seperti peredaran narkoba, penipuan, memalsuan, pertanian berbahaya bahkan, prostitusi seperti yang baru saja diungkap.

“Itu yang saya bilang, dampak ikutan negatif jika bebas visa diberlakukan,” imbuh Dede Yusuf.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menambahkan, penangkapan para turis yang nyambi sebagai PSK dan terapis di panti pijat menjadi bukti kecil adanya TKA ilegal mencari hidup di tanah air. “TKA ilegal memang faktanya ada,” tegas Saleh kepada JawaPos.com, Senin (2/1).

Menurut Saleh, profesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) dan terapis di panti pijat merupakan pekerjaan paling mudah dilakukan, karena tidak memakan waktu lebih dari 30 hari.

Sehingga mereka cukup memanfaatkan kesempatan bebas visa sebagai pengunjung wisata ke Indonesia. Dengan modal bebas visa itu mereka itulah mereka bisa bekerja di negeri ini.

Sebagaimana diketahui, bebas visa yang diterapkan di Indonesia hanya berlaku selama 30 hari.

“Jadi, kalau ada yang masuk dan hanya bekerja 28 hari, tentu agak sulit untuk memantaunya,” sambungnya.

Untung saja, lanjut Saleh, pihak imigrasi agak jeli dan belakangan sudah banyak TKA ilegal yang dideportasi kembali ke negaranya masing-masing.

Kendati demikian, dia berharap pengawasan seperti itu lebih ditingkatkan. “Dengan begitu, WNA yang hendak menyalahgunakan bebas visa masuk, ruang geraknya semakin terbatas,” sebut politikus PAN itu.

Dalam melakukan pengawasan, pihak imigrasi diharapkan dapat bekerjasama dengan kementerian parawisata, Kemenaker, Kemenlu, Kepolisian, BIN, dan BAIS.

“Dengan kerjasama dan sinergi itu, pengawasannya bisa lebih holistik dan komprehensif,” tukas Saleh.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *