Istana Jadi Target Teroris, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

Bangkit.co.id—Terkait rencana empat teroris Bekasi untuk melakukan aksinya di Istana Presiden, Presiden Jokowi menganggap buka satu hal yang mengherankan. Dalam melakukan aksinya, para teroris tidak mempunyai preferensi khusus dalam memilih tempat.

“Saya lihat teroris itu tidak memilih-milih tempat. Semuanya pernah,” ucap Presiden Jokow saat berada di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Ansor dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad, 11 Desember 2016.

Menurutnya, semua ruang public sudah pernah menjadi tempat aksi teroris. Presiden mengatakan, seperti insiden bom Sarinah pada Januari lalu dan Hotel di Bali pada tahun 2008.

“Gereja pernah, masjid pernah, hotel pernah, kedutaan pernah, apapun itu,” ucap presiden.

Presiden Jokowi menghimbau kepada pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman teroris karena tidak mengenal tempat aksinya. Presiden juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan aktivitas-aktivitas yang dicurigai berhubungan dengan aksi terror.

“Terorisme masih ada, bergerak di antara kita. Saya minta masyarakat aktif. Jangan ada ruang sekecil apa pun untuk terorisme di Indonesia,” ucap Presiden.

Seperti diketahui, Densus 88 telah menangkap empat warga bekasi pada Sabtu lalu. Keempat orang itu berencana melaksanakan aksi bom bunuh diri di Istana Presiden pada hari Ahad, 10 Desember 2016 pada saat proses pergantian jaga keamanan di Istana Presiden. Mereka yang ditangkap dilaporkan berinisial MNS, S, AS, dan DYN.

Menurut pihak kepolisian, keempat orang tersebut akan menggunakan jenis bom high explosive. Yaitu bom dengan berat 3 kilogram yang memiliki jangkauan ledak hingga 300 meter dari pusat ledakan.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *