Inilah Skenario Makar Berdasarkan Penjelasan Jenderal Iriawan

Bangkit.co.id—perihal penangkapan delapan aktifis yang diduga merencanakan upaya makar dalam aksi 212, menurut Kepala Kepolisisan Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menegaskan hal tersebut adalah langkah yang tepat. Ia juga menjelaskan bahwa beberapa tersangka juga telah melakukan beberapa kali pertemuan untuk merencanakan aksi makar.

“Kami sudah tahu massa yang akan digerakkan, kapan digerakkan, di mana digerakkan, bagaimana cara menggerakkanya,” ucap Irawan (6/12/2016). Dari itu pihaknya telah mengetahui bahwa rencana makar telah dirancang dengan baik.

Irawan tidak mau menyebutkan dengan rinci siapa saja massa yang akan terlibat, namun ia mengatakan penangkapan yang dilakukan pada waktu subuh itu adalah sudah disengaja oleh Polda. “Saat itu tanggal 2, (para tersangka) akan mendompleng massa-massa yang ada,” katanya.

Dinilai terlalu paranoid menanggapi isu makar, Iriawan menjelaskan bahwa pihaknya tidak melakukan tindakan tanpa bukti yang cukup. Informasi upaya makar ini telah dilaporkan intelejen sejak lama.

Ia lalu menjelaskan, “Ini kan perencanaan untuk menggulingkan pemerintah, hingga ke DPR, itu bukan aspirasi. Kami tidak mungkin ceroboh dalam menangkap orang tanpa bukti-bukti yang cukup.”

Dalam penangkapan kasus makar ini, Polda telah menangkap delapan tersangka yang dituduh telah bermufakat untuk makar dan dua tersangka tekait pelanggaran UU ITE.

Hingga saat ini, setelah dilakukan pemeriksaan, polisi telah mebebaskan tujuh orang; Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Stategis Angkatan Darat Kivlan Zen, Staf Ahli TNI Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha, Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, aktivis ormas Solidaritas Cendana Firza Husein, Tokoh buruh Indra Al Fariz, Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, aktivis kesenian Ratna Sarumpaet, dan musisi Ahmad Dhani.

Sementara polisi masih menahan tiga tersangka lainnya, yaitu Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar), Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran dan aktifis Sri Bintang Pamungkas.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *