Bank Sentral Rusia Dibobol, Peretas Curi Rp403 Miliar

Bank Sentral Rusia Dibobol, Peretas Curi Rp403 Miliar
Lanjut Eps 239: Sinopsis Mohabbatein 24 Maret 2017 Jadwal Jumat di ANTV
Berita Timnas Indonesia Irfan Bachdim Tak Bisa Bergabung Dalam Skuad Garuda di Piala AFF 2016
Resmi Digunakan, Jembatan Paling Tinggi di Dunia
Prediksi Arema vs Bali United, Singo Edan Optimis Bisa Dominasi Pertandingan
Prediksi Cili vs Australia, Jadwal Dan Preview Pertandingan Tgl 25 Juni 2017

Bangkit.co.id—Sebesar US$31 juta atau sekitar Rp403,8 miliar milik Bank Sentral Rusia dilaporkan hilang diretas pada Jumat (2/12/2016). Temuan ini menjadi kasus pencurian uang paling besar terhadap institusi keuangan di dunia.

Dilaporkan oleh Reuters. Uang tersebut telah dicuri oleh salah satu akun yang tersimpan di Bank Sentral Rusia.

Pejabat Bank Sentral Rusia, Artyom Sychyov menjelaskan bahwa pelaku justru berniat mencuri uang dengan jumlah yang lebih besar, yaitu US$77,7 juta.

Menurut Sychyov, modus yang digunakan pelaku adalah memobol akun beberapa nasabah dengan berpura-pura mendapat mandate dari klien.

Untngnya, sistem keamanan bank masih bisa berfungsi dengan baik sehingga mampu menarik kembali sebagian uang yang telah dicuri.

“Kami beruntung bisa mengembalikan sebagian dari uang yang dicuri,” ungkap juru bicara Bank Sentral seperti diberitakan oleh CNNMoney.

Seiring dengan meningkatnya serangan peretas dari seluruh dunia, regulator keuangan seuur dunia pun mendesak bank untuk memperkuat sistem keamanan siber yang dimilikinya.

Sementara pemerintah Rusia mengklaim tindakan ini merupakan salah satu upaya mata-mata asing untuk meyebar isu dan kekacauan sistem perbankan di sana.

Hal semacam ini pada Februari lalu telah terjadi pada Bank Sentral Bangladesh yang merugi uang sebesar US$81 juta. Berdsarkan laporan kemanan siber, diketahui uang tersebut telah dikirim ke beberpa kasino di Filipina.

Melalui jaringan di Feberal Reserve Bank of New York, sekelompok hacjer kemudian membuat beberapa transfer palsu dari akun bank tersebut.

Akibat adanya kesalahan tulis pada rekening penerima seperti foundation jadi fandation, beberapa transfer berhasil di blokir. Yang terlibat dari transfer tersebut, yaitu Deutsche Bank mengatakan curiga dengan kesalahan itu, mereka lalu membatalkan transfer tersebut hingga membuka kasus kejahatan ini.

COMMENTS