Peraturan Paling Banyak di Langgar dalam Operasi Zebra di Jakarta

Bangkit.co.id- Dalam Operasi Zebra yang dilakukan selama 9 hari, mulai dari tanggal 16 hingga 25 November 2016 kemarin, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menilang 72.737 pelanggar dalam operasi Zebra tersebut. Pelanggaran paling banyak di lakukan oleh pengendara sepeda motor, jumlahnya mencapai 48.526 pelanggaran.

Daftar pelanggaran lainnya banyak dilakukan oleh pengendara kendaraan pribadi yaitu sebanyak 12.630 pelanggar. Tak hanya itu, kendaraan umum lainnya pun cukup banyak memenuhi daftar pelanggaran. Inilah daftar pengendara yang melakukan pelanggaran.

  1.  Sepeda Motor sebanyak 48.526 pengendara
  2.  Kendaraan Pribadi sebanyak 12.630 pengendara
  3.  Mikrolet sebanyak 4.381 pengendara
  4.  Taksi sebanyak 2.949 pengendara
  5.  Mobil Barang sebanyak 2.175 pengendara
  6.  Bus sebanyak  1.192 pengendara
  7.  Metromini sebanyak 884 pengendara

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan mengabaikan rambu-rambu lalu lintas adalah pelanggaran yang paling bayak dilakukan. Jumlahnya mencapai  45.851 pelanggaran. Masih banyak lagi pelanggaran yang dilakukan para pengendara, dan inilah daftar jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara.

  1. Mengabaikan Rambu-rambu lalu lintas sebanyak 45.851 pelanggaran
  2. Kelengkapan Surat-surat sebanyak 8.770 pelanggaran
  3. Penggunaan helm sebanyak 6.134 pelanggaran
  4. Tidak menggunakan lampu utama pada siang hari sebanyak 4.626 pelanggaran

Kecelakan lalu lintas juga mewarnai kegiatan Operasi Zebra tersebut, Budiyanto mencatat kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 111 kecelakaan. Jumlah korban sebanyak 136 orang, 15 orang diantaranya meninggal dunia, 24 orang mengalami luka-luka, dan 97 orang lainnya mengalami luka ringan.

Kecelakaan tersebut terjadi melibatkan 106 sepeda motor, 1 kendaraan umum, 29 kendaraan pribadi, 14 kendaraan barang, dan 1 bus. Budiyanto juga mengatakan dalam Operasi Zebra terjadi kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 218,1 juta.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *