Pengakuan Buni Yani, salah Transkrip Kata “Pakai” dalam Video Ahok soal Al Maidah 51

Bangkit.co.id- Pengakuan Buni Yani, salah Transkrip Kata “Pakai” dalam Video Ahok soal Al Maidah 51. Kasus video Gubernur DKI Jakarta yang menjadi Viral dan semakin memanas, pasalnya kemarin (Jum’at 04 November 2016) telah terjadi demo Besar terkait Video Ahok yang di duga menistakan Agama Islam. Nama Buni Yani menjadi perbincangan karena Ia lah yang telah menggunggah Video Ahok tersebut. Buni Yani yang mengaku mantan Wartawan, peneliti dan dosen ini telah mengunggah video Ahok soal Surat Al Maidah 51. Di dalam Acara Indonesia Lawyers Club TVONE, Buni Yani telah sudah mengakui kesalahannya mentranskrip Ucapan Ahok saat berbicara dihadapan warga kepulauan seribu.

buni-yani

Begini tulisan Buni Yani di video yang diunggahnya tersebut:
“Penistaan terhadap agama?
“Bapak-ibu (pemilih muslim)…dibohongi Surat Al Maidah”…(dan) masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi,”
“Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini.”

Tulisan dan Video tersebut di unggah oleh Buni Yani di akun facebook miliknya. Dan karena Video tersebut banyak umat islam di Indonesia yang panas dan tersulut Emosi. Emosi memuncak hingga akhirnya terjadi demo besar untuk menentang Ahok karena merasa bahwa Ahok sudah menistakan Agama Islam. Padahal sebenarnya itu hanya kesalahan Transkrip saja, hilangnya Kata “Pasti” yang di ucapkan Ahok dalam tulisan Buni Yani yang di transkripnya. Versi tulisan Buni Yani “Dibohongi surat Al-Maidah 51” bila sesuai dengan ucapan Ahok seharusnya menggunakan kata “Pakai”, “Dibohongi pakai surat Al-Maidah 51”.

“Jadi enggak usah pikiran ‘Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya bubar’. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok, enggak suka sama Ahok nih,” demikian petikan ucapan Ahok saat itu.

Buni menceritakan awal mula ia memposting video Ucapan Ahok tersebut. Saat dirinya membuka Facebook dan membaca tautan dari akun NKRI soal video Ahok di Kepulauan Seribu. Di video itu ada tulisan pengantar ‘Ahok mengatakan ada kebohongan pada Al Maidah Ayat 51, bagaimana menurut Anda?’.

“Kemudian tertarik saya dengan pengantar ini. Lalu saya coba klik video tersebut, setelah saya klik memang betul. Itu luar biasa menarik. saya berulang-ulang dengar rupanya ada sesuatu yang sangat sensitif yang dikatakan oleh sumber tersebut dan yang mengatakannya adalah pejabat tersebut (Ahok). Sebagai seorang wartawan dan peneliti media, ini kelihatannya saya harus share ke orang bahwa ada lho seorang pejabat publik yang kita gaji, kita ongkosi program-programnya kemudian dia menyinggung sesuatu yang kelihatannya kurang…dalam pandangan saya mestinya tidak dikatakan karena sensitif,” kata Buni Yani.

“Jadi karena saya tidak menggunakan earphone, lalu saya hanya menggunakan handphone. Ini handphone saya, bang Karni. Jadi tidak pakai earphone, jadi tidak ada transkripnya. Tapi tadi saya lihat memang ada kata pakai, saya mengakui kesalahan saya sekarang. Tadi saya lihat memang ada kata pakai.”
“Transkrip saya mengatakan ‘dibohongi pakai Surat AlMaidah’, jadi itu seharusnya. Yang kata pakai itu yang tidak ada dalam transkrip saya. Nah, saya mengakui kesalahan saya.”
“Saya ini meng-upload bukan karena masalah Pilgub. Saya ini memberi tahu kalau pejabat publik janganlah ngomong seperti ini. Ini saya ingin tunjukan ke publik kalau ada loh yang enggak boleh diucapin pejabat,” kata Buni, Sabtu (8/10/2016) malam.
“Tetapi, meskipun saya mengakui kesalahan saya persoalan kata pakai, secara semantik bahwa tetap di sana ada unsur sensitif yang mestinya tak diucapkan oleh pejabat publik,” katanya.

 

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *